TAUHIDUL AF'AL ...
Rasulullah saw berkata kepada Ibnu Mas'ud :-
" hai ibnu msau'd tahu kah anda tafsiran kalimat
" la haula wa la quwata illa billah " ???
Aku ( ibnu mas'ud ) menjawab: “tidak” ....
Lalu rasul berkata := " tidak ada daya menolak maksiat dan
tidak ada kekuatan untuk taat kepada Allah melainkan dengan pertolongannya juga ...
Kemudian dipukulnya peha ku dengan tangan beliau seraya berkata := demimkian tafsirnya yang dibertihu jibril pada ku ...
Hadis diatas dikaitkan dengan firman Allah pada surah “As - shoffat , 96”. Bermaksud ;
Allah mencipta kamu dan apa-apa yang kamu perbuat baik & buruk ”. Maka nyata lah pada yang berma'rifat ia memandang setiap yang bergerak merupakan
af'al Allah ( perbuatan Allah ).....
Meng-Esakan Allah pada segala perbuatan , maksudnya
pandang lah dengan syuhud hati dan i'tiqad yang putus dan dengan haqqul yaqin bahawa segala perbuatan dan segala gerak dialam ini baik yang datang dari diri kita sendiri atau semua makhluk dialam ini adalah af'al Allah ....
Pertanyaan/Soalan := Tetapi ada ayat yang bermaksud :-
" Tuhan tidak merubah nasib sesuatu kaum itu sehingga kaum itu merobah diri mereka sendiri?”. Bukan kah ayat ini menjelaskan kita ada perbuatan sendiri ?
Jawab := Sebelum ayat -ayat al-quran diturunkan selama 22 tahun nabi mengajar tauhid ( mengenal Allah ) , sabda nabi
“Awaluddin makrifatullah " Mula-mula agama mengenal Allah .
Kemudian baru ayat-ayat diturunkan peringkat demi peringkat .Nah ketika ayat - ayat quran turun para sahabat sudah mantap dalam tauhidnya ..
Lalu ayat- "Tuhan tidak merubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu merubah nasib mereka sendiri". Haruslah berhubung kepada; "tauhid", berdaya kah kita merubah nasib ? sedang hendak melangkah kaki pun tak mampu tanpa izinNYA ...
Oleh yg demikian ketika membaca ayat tersebut, maka
memandang lah pada tauhid bahwa kita tidak berdaya ...
Berubahnya nasib pada ZAHIRNYA ( perbuatan kita ) namunpada hakikatnya kehendak " af'al " Allah juga ....
Ketika nabi melepaskan beribu - ribu anak panah pada peperangan badar , maka turun lah ayat bermaksud :=
" bukan engkau memanah ketika engkau memanah ( muhammad ) tetapi Allah yang memanah ( Al-Anfal : 17 ) dilain ayat Allah berfirman : “Kamu tidak membunuh mereka (muhammad) tetapi Allah lah yg membunuh ...
Jadi maksudnya; pada zahirnya perbuatan muhammad, namun pada hakikatnya kehendak Allah yg berlaku ...
Nabi pun tidak berdaya mengangkat panah tanpa izinNYA ...
Suatu ketika madinah dilanda kemarau yang panjang dan menyebarkan penyakit berjangkit ( ta'un ).. pada ketika itu saidina umar memegang tampok pemerintahan ...
lalu datanglah sahabat berjumpa saidina umar lalu berkata :
" wahai amirul mukminan mari berpindah ( berikhtiar katakan )
ketempat yang selamat ". lalu dijawab sayyidina umar :" kita berpindah dari taqdir Allah kepada taqdir Allah "
Nah dimana perbuatan kita ( merubah )..? perbuatan ingin "berpindah" itu pun rupanya taqdir Allah (ketetapan Allah ).
Maka deminkian juga ayat “sehingga kita merubah nasib kita sendiri " .. Maka itu pun ketentuan Allah ...
Konon akal dikatakan yang " memilih " buruk dan baik ....Tetapi siapakah yang memberi ilham pada akal itu ?????
Adakah ilham itu kita cipta sendiri ?? Berdaya kah kita mencipta fikiran atau yg kita fikir itu ??
jawabnya ;
Fikiran itu datang dengan sendiri .. Allah berfirman :=
" Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketaqwaan ( asy syam , ( 91 ) : 8 ).
BERDOA ITU PUN SEBENARNYA SUDAH SEBAHAGIAN DARI TAQDIR ALLAH .. DIA ALLAH MENTAQDIRKAN KITA BERDOA , DENGAN DOA KITA MAKA ALLAH MENCEGAH MUSIBAH DARI KITA , DENGAN KATA LAIN KITA MENOLAK
TAQDIR ALLAH DENGAN TAQDIR ALLAH ......
Jadi ayat " tuhan tidak merubah nasib sesuatu kaum itu sehingga kaum itu merubah nasib mereka sendiri" memang lah benar... Sungguh benar firman Allah ..
Sehingga ramai berkata (berbaik sangka lah dgn Allah ).
Berbaik sangka itu memang benar namun ayat itu harus berhubung dengan tauhid....
Ayat itu indah dan "cover line" rahasia Allah ...
Dan kita akan menyetujuinya agar tidak berburuk sangka dgn Allah ..
Tetapi dalam kita berbaik sangka dengan Allah jangan pula kita sampai " menduakan kuasa Allah "
Wallahu A'lamu Bishshowaaab....
Wallahul Muawafiq Ila Aqwamththoriq,,,tsummmassalamu Alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh..
No comments:
Post a Comment