BID'AH HASANAH بِدْعَةٌ، وَنِعْمَتِ الْبِدْعَةُ .

SHOLAT DLUHA BID'AH HASANAH بِدْعَةٌ، وَنِعْمَتِ الْبِدْعَةُ .

Friday, 6 October 2017

Pemimpin Pertama TNI adalah Seorang Ulama,Kiayi Jendral Soedirman


Pemimpin Pertama TNI adalah Seorang Ulama,Kiayi Jendral Soedirman Dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo “Tahukah Saudara siapa Jenderal Soedirman? Beliau adalah santri. Lalu beliau bekerja menjadi guru dan kemudian menjadi kepala sekolah. Maka tak heran kalau sebagian orang memanggil beliau Pak Dir, sebagian lainnya memanggil beliau Kiai. Kiai Soedirman. Beliau sangat sholeh. Ketika beliau bergerilya ke hutan, beliau tidak pernah berhenti dari dzikir. Ketika ada tentara Belanda memburu beliau, salah seorang pengkhianat menunjukkan keberadaan Jenderal Soedirman, tapi si Belanda tidak percaya, ‘Tidak mungkin Soedirman seperti ini. Soedirman yang aku cari bukan seperti ini,’ kata tentara Belanda itu. Sering sekali kejadian seperti itu menimpa Jenderal Soedirman. Sampai kemudian salah seorang pengikut beliau bertanya. ‘Pak kiai (Jenderal Soedirman).. Pak Kiai itu pake jimat apa kok selalu lolos dari sergapan Belanda. Ketika diberondong peluru Pak Kiai juga selamat. Apa jimatnya Pak Kiai?’ tanya pengikut beliau. Dijawab Jenderal Soedirman, ‘Kamu mau tau jimatku? Kamu tau air kendi yang selalu aku bawa ini? Jimat pertamaku, aku selalu dalam keadaan suci. 24 jam setiap hari aku menjaga wudhu. Kalau batal aku langsung wudhu lagi. Jimat keduaku, aku menjaga sholatku. Jimat ketigaku, aku berjuang hanya untuk negara dan bangsa ini tanpa pernah secuil pun memikirkan diriku pribadi.’ Jenderal Soedirman itu tidak pernah mengeluh. Jenderal Soedirman tidak pernah marah. Pemimpin pertama tentara Indonesia adalah seorang ulama, Kiai, Jenderal Soedirman,” #DirgahayuTNI

JASA PASANG BAJA RINGAN, BESI, STAINLIS STEEL, ALUMUNIUM, KANOPI DAN L...

Gelar Kehormatan Inggris Di Cabut Karena Auung San suu Kyi Membiarkan Etnis Rohingya Di Bantai..


Gelar Kehormatan Inggris Di Cabut Karena Auung San suu Kyi Membiarkan Etnis Rohingya Di Bantai.. (Panjimas.com) – Sebuah gelar kehormatan Inggris yang diberikan kepada pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi telah dicabut di tengah kekejaman brutal yang menargetkan minoritas Muslim Rohingya di negaranya, sehingga menyebabkan lebih dari setengah juta penduduk Rohingya terpaksa melarikan diri untuk berlindung di negara tetangga Bangladesh. . . Pemimpin Dewan Kota Oxford Bob Price mendukung mosi tersebut untuk mencabut gelar kehormatan yang disematkan pada Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi. . . Orang-orang “sangat terkejut” dengan situasi di Myanmar, pungkas Bob Price, dikutip dari AA. . . Dia menyebutnya itu “luar biasa” bahwa Suu Kyi tidak berbicara tentang kekejaman di Myanmar. . . Gelar Kehormatan “Kebebasan” dari Oxford adalah gelar yang diberikan kepada orang-orang yang melakukan suatu perbedaan besar, dan mereka yang memilikinya menurut pendapat dewan Oxford memberikan pelayanan terbaik ke kota. . . St Hugh’s College di Oxford memindahkan potret Suu Kyi dari layarnya pekan lalu. . . Kekerasan di negara bagian Rakhine menuai kecaman keras internasional terhadap pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, dirinya dianggap kurang proaktif dalam membantu anggota minoritas Muslim Rohingya, yang ditolak kewarganegaraannya di Myanmar yang didominasi umat Buddha itu. . . Pemimpin de facto pemerintah Myanmar, Aung San Suu Kyi, telah membuat beberapa komentar publik tentang krisis Rohingya ini. Sementara pendukung hak asasi manusia internasional terus mengkritik keras diamnya Suu Kyi. Para analis politik mengatakan masalah ini menunjukkan terbatasnya kekuatan Suu Kyi dan Partai NLD dalam peemrintahan, pihak militer Myanmar masih mengontrol Kementerian-Kemeneterian kunci seperti Kementrian Dalam Negeri, Kementerian Urusan Perbatasan dan Kementerian Pertahanan. . . Partai NLD, pimpinan Suu Kyi, mengambil alih kekuasaan pada bulan April 2016, setelah berhasil memenangkan pemilihan umum tahun lalu, kepemimpinan NLD ini membawa Myanmar mengakhiri puluhan tahun kekuasaan rezim militer. Peristiwa baru-baru ini di negara bagian Arakan, serta konflik baru di bagian timur negara itu, antara tentara Myanmar dan kelompok pemberontak etnis, . saverohingya .

Tuesday, 3 October 2017

#NKRI_HARGA_MATI.. #KAMI BERSAMA PANGLIMA TNI #TNI ,ULAMA & RAKYAT tidak bisa dipisahkan


Mendadak Panglima TNI Membuat Pernyataan Mengagetkan, "Saya Tidak Takut Dipecat", Ada Apa Sebenarnya? PanglimaTNI : saya siap lahir bathin jika jabatan saya akan di copot menjadi panglima. Pagi tadi selesai apel di DENMABES TNI beliau mengumpulkan para PATI, PAMEN dan PRAJURITNYA. Pada JAMDAN yang di laksanakan pagi tadi panglima mengutarakan unek-uneknya setelah mendengar isu bahwa beliau akan di ganti.. Dalam arahannya Panglima mengatakan bahwa segala jabatan mempunyai resiko yang wajib kita terima konsekuensinya, dan siapapun pengganti saya nantinya wajib menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI,pungkasnya. Panglima mengatakan, KEHORMATAN LEBIH PENTING DI BANDINGKAN JABATAN, SAYA TIDAK AKAN MENJUAL HARGA DIRI DEMI JABATAN SEMATA. SAYA ADALAH PRAJURIT NKRI. pada saat itu juga para prajurit berserok dengan semangat dan melakukan yel-yel SIAPA KITA, #NKRI_HARGA_MATI.. #KAMI BERSAMA PANGLIMA TNI #TNI ,ULAMA & RAKYAT tidak bisa dipisahkan