BID'AH HASANAH بِدْعَةٌ، وَنِعْمَتِ الْبِدْعَةُ .

SHOLAT DLUHA BID'AH HASANAH بِدْعَةٌ، وَنِعْمَتِ الْبِدْعَةُ .

Saturday, 4 November 2017

SYARIFUDDIN KHALIFAH “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad”. Anak ajaib umur 5 tahun menguasai 5 bahasa Dan hafal Al Qur'an


SYARIFUDDIN KHALIFAH “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad”. Anak ajaib umur 5 tahun menguasai 5 bahasa Dan hafal Al Qur'an KINI TELAH DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA". Artikel ini dikutip dari buku Mukjizat dari Afrika, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang; Syarifuddin Khalifah. Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad). Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?). Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab: “No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat. Bocah Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: “Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.” Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan shalat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia bisa bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan. a. Latar Belakang Syarifuddin Khalifah Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt. Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu. Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi. Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad). Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya. Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan. Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.” Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54. Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu. “Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah,” kata Abu Ayub. Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai “Syarifuddin Khalifah”. Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1,5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan shalat serta menghafal al-Quran dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam. b. Kisah Nyata Syarifuddin Mengislamkan Ribuan Orang Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan untuk melihat bocah ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru 5 tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa. Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube. Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syaikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden. Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal al-Quran pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung. Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang dewasa. Kinilah saatnya Syaikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium. Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka. Selain pandai menggunakan ayat al-Quran, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini. Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syaikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalami tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.” Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya. Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syaikh kecil itu masih lima tahun. Para ulama dan habaib sangat mendukung dakwah Syaikh Syarifuddin Khalifah. Bahkan ulama besar seperti al-Habib ali al-Jufri pun rela meluangkan waktunya untuk bertemu anak ajaib yang kini remaja dan berjuang dalam Islam. SUBHANALLAH... Semoga yang Like dan berkomentar Aamiin hidupnya bahagia, diberi kepahaman tentang Al-Qur'an, punya harta berlimpah, punya pasangan dan anak keturunan yang sholeh dan sholeha, dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan di akhirat masuk surga. Aamiin Semoga bermanfaat.......🖒🖒🖒

Thursday, 2 November 2017

SHOLAWAT YANG MEMBUAT CAPEK 70 MALAIKAT PENCATAT AMAL KEBAIKAN عَنَّا مُحَمّدًا مَا هُوَ أَهْلُه أَتْعَبَ سَبْعِيْنَ كَاتِبًا أَلْفَ صَبَاحٍ→» روا


SHOLAWAT YANG MEMBUAT CAPEK 70 MALAIKAT PENCATAT AMAL KEBAIKAN عَنَّا مُحَمّدًا مَا هُوَ أَهْلُه أَتْعَبَ سَبْعِيْنَ كَاتِبًا أَلْفَ صَبَاحٍ→» رواه الطّبراني. •←إعلم أنّ (Edisi Malam Jum'at) بسم الله الرحمن الرحيم عن ابن عباس رضي اللَّه عنهما قال، قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلّم : « من قال ←جَزَى اللّٰهُ عَنَّا مُحَمّدًا مَا هُوَ أَهْلُه أَتْعَبَ سَبْعِيْنَ كَاتِبًا أَلْفَ صَبَاحٍ→» رواه الطّبراني. •←إعلم أنّ هذا الحديث معناه : أنّ السّبعين يكتبون له الثّواب ألف يوم •←ومعنى إتعابهم : كثرة كتابتهم في هذه المدّة •← وعُبِّرَ عن اليوم بالصّباح لأنّ الصّباح لازم لليوم . والله أعلم (كتاب : عقد جواهر البهيّة في الصّلاة على خير البريّة للشيّخ العلاّمة الإمام أبي الحسن البكري الشافعي المصري ؛ ص: ٣٠) Diriwayatkan hadits dari Al Imam Ibnu Abbas _Radhiyallaahu Ta'ala Anhuma_ berkata; Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :"Barangsiapa yang membaca →Jazallaahu 'anna Muhammadan maa huwa ahluh←, maka sesungguhnya dia telah membuat capek 70 malaikat selama 1000 hari". •→Ketahuilah bahwa sesungguhnya makna dari hadits ini adalah :"Sesungguhnya 70 malaikat mencatat pahala amal kebaikan selama 1000 hari" •→Makna dari It'aabihim adalah :"Banyaknya malaikat yang mencatat pahalanya shalawat tersebut selama waktu itu (seribu hari) •→Diibaratkan hari dengan shubuh itu karena sesungguhnya shubuh itu adalah pergantian hari. Wallahu'a'lam. (Kitab : Aqdu Jawahir Al Bahiyyah Fi As Shalaati 'alaa Khair Al Bariyyah, halaman; 30, Lis Syaikh Al Allaamah Al Imam Abil Hasan Al Bakri As Syafi'i Al Misri). Silahkan di-share dan diamalkan , semoga bermanfaat dunia akhirat aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin bisirri asrari Al Fatihah... اللهم صل وسلم وبارك على سيّدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد.... الكاتب : الفقير الضعيف محمد بن عبدالرحمن الباسوروأني

Wednesday, 1 November 2017

LAGI BIBIT PENYAKIT DARI CINA MASUK INDONESIA 16 Kg Benih Padi Illegal .


LAGI BIBIT PENYAKIT DARI CINA MASUK INDONESIA 16 Kg Benih Padi Illegal . Asal Tiongkok Berpotensi Membawa Penyakit yang Belum Ada di Indonesia Tangerang, 28/10 di hari Sabtu pagi pukul 08.00 WIB telah diamankan 16 Kg benih padi asal Hainan Tiongkok dengan menggunakan pesawat MH-379 penerbangan dari Hainan - Kuala Lumpur yang dilanjutkan Kuala Lumpur - Jakarta dengan menggunakan pesawat MH-727. Beruntung sekali petugas karantina Sere Kermania S. yang bertugas di terminal 2D saat itu bisa mengetahui adanya rencana pemasukan benih Padi Illegal yang ditempatkan dalam 6 kaleng yang dibawa oleh 3 orang penumpang berkewarganegaraan China. Kaleng - kaleng tersebut dimasukan kedalam koper dengan tujuan untuk mengelabui petugas agar dalam penampakan pada X-ray menjadi tidak jelas, namun hal tersebut bukanlah masalah bagi petugas karantina yang memang sudah berpengalaman dalam mendeteksi komoditas pertanian melalui X-Ray. Selanjutnya terhadap benih tersebut dilakukan tindakan karantina berupa penahanan karena tidak dilengkapi dokumen persyaratan. Benih padi tersebut direncanakan akan dibawa ke daerah Yogyakarta untuk ditanam disana, dapat dibayangkan apabila benih padi ini lolos dari pengamatan petugas karantina, berapa hektar lahan yang bisa ditanami oleh benih illegal sebanyak 16 Kg asal China. Perlu diketahui bahwa benih padi asal China ini berpotensi untuk membawa penyakit baru yang disebabkan oleh organisme dari golongan cendawan, bakteri ataupun virus diantaranya adalah Dickeya chrysanthemi, Pseudomonas syringae pv syiringae, Barley Stripe Mosaic virus dan tercatat lebih dari 10 organisme lainnya yang belum ada di Indonesia dan apabila masuk ke wilayah Indonesia dapat merusak pertanaman padi di Indonesia yang merupakan komoditas pangan yang mempunyai nilai sangat penting bagi pertanian di Indonesia. #karantinaSoetta #laporKarantina

Deudeuh teuing Karuunya teuing Barudak gunung Sing jaradi jaleuma kareupna.. .

Tuesday, 31 October 2017

Pengikut ajaran abraham harus di sunat menghilangkan najis air kencing


Pengikut ajaran abraham harus di sunat menghilangkan najis air kencing JIKA sebelum aqil baligh maka hitan tersebut adalah sunnah JIKA seseorang itu telah balligh maka hitan adalah menjadi wajib di karenakan untuk menghilangkan segala najis yang terdapat pada keloncopan dzakar (kemaluan) dan untuk menjaga kesehatan. *Sundatan Parjangjian Anu Geus Heubeul Saprak Zaman Nabi Ibrohim AS* . . Tradisi zaman heubeul basa kuring keur leutik mah nyaeta disundatanteh di lapang hareupeun imah, ameh sarerea bisa neumpokeun acara anu sakral pikeun urang nu rek JADI jalema Islam sautuhna, sampurna lumuh lampah islam kahareupna anu bisa ngajadikeun ibadah Boga nilai.. Anu ieu sundatan pikeun barudak lalaki wajib pikeun ngabeursihan kokotor jeung najis anu matak JADI panyakit mun teu dipiceun kokoncopna kulantaran najis jeung kokotorteh nyareulap Dina eta kokoncop geuning.. Ari pikeun awewe mah disundatanteh sunnah ceuk Ulama mah ameh tong gede teung syahwatna.. Tradisi nu ieu geus leungit .di sundatan ku bengkong. budak sunatna di hudangkeun keur sare pas subuh tuluy di pandian ku cai kendi supaya baal .bpkna atwa akina nu ngalahun si budak sunat eta, teras di kuribeung ku samping kebat.nu ningali manjatkeun pupujian sareng solawat tuluy bengkong pake peso nu alit del del nyundatan eta kokocop budak..aya anu ngagorowok bela....bela....der weh suara petasan bari mencit hayam nu jadi belana.eta kokocop di asupkeun ka liang kalapa dawegan....#aya anu inget teu pangersa nu ieu geus leungit .di sundatan ku bengkong. budak sunatna di hudangkeun keur sare pas subuh tuluy di pandian ku cai kendi supaya baal .bpkna atwa akina nu ngalahun si budak sunat eta, teras di kuribeung ku samping kebat.nu ningali manjatkeun pupujian sareng solawat tuluy bengkong pake peso nu alit del del nyundatan eta kokocop budak..aya anu ngagorowok bela....bela....der weh suara petasan bari mencit hayam nu jadi belana.eta kokocop di asupkeun ka liang kalapa dawegan....#aya anu inget teu pangersa. Teuing di lembur dalulur mah Aya keneh teu tradisi kawas kieuteh.. ---- Nabi muhammad.saw sudah disunat sejak lahir karena Allah tidak memperbolehkan aurat nabi muhammad.saw dilihat orang lain sesuai hadis di Kitab Al-Khosho’ishul Kubra Lil-Imam Jalaluddin As-Suyuthi Juz 1 hlm 91 : أخرج الطبراني في الأوسط وأبو نعيم والخطيب وابن عساكر من طرق عن انس عن النبي {صلى الله عليه وسلم} انه قال من كرامتي على ربي اني ولدت مختونا ولم ير أحد سوأتي (الخصائص الكبرى للإمام أبو الفضل جلال الدين عبد الرحمن أبي بكر السيوطي ج ١ ص ٩١ ) Yang artinya kurang lebih: “Shahabat Anas bin Malik RA berkata bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya diantara kemuliaan yang Allah SWT limpahkan kepadaku adalah aku terlahir dalam keadaan sudah khitan sehingga tidak ada satu makhlukpun yang melihat auratku”. (H.R.Imam Abu Na’im , Imam Khatib & Ibnu ‘Asakir). ********** Nabi muhammad.saw sudah disunat sejak lahir Bersunat perjanjian kekal antara Allah.Swt dengan nabi Abraham berlaku sampai ahkhir zaman semua laki-laki pengikut ajaran abraham harus di sunat menghilangkan najis air kencing ++++++ Tertulis di alkitab _" Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.''(Kejadian 17:13} ********* bersunat Perjanjian kekal tidak bisa dirubah sampai akhir zaman laki-laki harus bersunat memotong kulit kulup kemaluannya agar tidak ada tersisa air kencing dikulupnya karena itu najis dan bau bahkan bisa menyebabkan kanker rahim pada wanita itulah wanita kristen lebih senang jadi mualaf masuk islam menikah dengan laki-laki islam kemaluannya bersih tidak bau dan terhindar dari penyakit kanker rahim bersunat termasuk syarat utama menghilangkan najis diterimanya sembahyang sujud menyembah Allah.Swt Agama slam mengikuti ajaran nabi Ibrahim Besunat dan sembahyang sujud menyembah Allah.Swt kalau sudah mengikuti nabi Ibrahim pasti bersunat tidak perlu lagi disebutkan harus bersunat Allah berfirman ''Q.S. Ali-'Imraan : 95 ۗ ﻓَﭑﺗَّﺒِﻌُﻮﺍ۟ ﻣِﻠَّﺔَ ﻗُﻞْ ﺻَﺪَﻕَ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦَ ﺇِﺑْﺮَٰﻫِﻴﻢَ ﺣَﻨِﻴﻔًۭﺎ ﭐﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﻭَﻣَﺎ Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang- orang yang musyrik.'' Nabi Muhahmmad.saw diperintah oleh Allah agar mengikuti ajaran nabi Ibrahim tentu saja nabi Muhammad,saw dan semua orang islam bersunat Semua nabi mengikuti ajaran nabi Ibrahim bersunat Coba kamu sebutkan nabi siapa di israel yang tidak bersunat? semua nabi di Israel pengikut ajaran abraham pasti bersunat walaupun di kitab Taurat tidak ditulis nabi Musa dannabi Daud kapan di sunat tetapi mereka pengikut ajaran nabi Abraham pasti bersunat begitu juga nabi Muhammada.Saw sesuai perintah Allah Ikutilah ajaran Ibrahim tentu saja nabi Muhammad.saw dan pendikutnya umat Islam bersunat karena sunat adalah perjanjian kekal sampai akhir zaman Sedanhkan Sunat hati hanyalah kiasan saja agar manusia hatinya selalu bersih dari perbuatan najis dan jahat Tertulis di Alkitab " Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.""(ulangan 10:16) Ayat tersebut sebelum yesus lahir kenapa yesus sunat daging kemaluan ? Itu membuktikan ajaran sunat hati tanpa sunat daging adalah ajaran sesat bukan ajaran para nabi

Thursday, 26 October 2017

"kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat


Di sebuah senja di sudut kota,ada seorang lelaki datang ke sebuah baber shop langgananya untuk mencukur rambutnya yang sudah mulai panjang dan tidak beraturan. . Lalu tanpa basa- basi lagi si tukang cukur mempersilahkan dan mulailah dia dengan tugas nya mencukur rambut si lelanggan tadi.Dengan tangan yang lincah dan cekatan dia memotong rambut pelangganya,sesekali dia sambil mengajak ngobrol pelangganya,semenit dua menit di lewati obrolan itu masih datar-datar saja,sampai tiba-tiba tukang cukur itu bilang pada pelangganya: . "Di pikir-pikir Allah itu tidak ada ya".. "kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat orang-orang di luar sana, di seberang di persimpangan jalan itu,kalau Allah ada. Kenapa allah membiarkan orang - orang yang hidup penuh derita seperti mereka? . Si pelanggan masih dengan sabar mendengarkan celotehan si tukang cukur sambil mencari jawaban yang tepat dan masuk akal untuk menjawab pertanyaan si tukang cukur itu. Lalu si tukang cukur kembali berkata kepada pelanggan. "Lihat Pak,Kenapa Allah membiarkan orang-orang cacat seperti mereka bersusah payah mencari rizki di jalanan,bahkan sampai- sampai ada yang bunuh diri segala karena tak kuat menghadapi tekanan hidup??" Katanya Allah itu kan maha pengasih lagi penyayang?? "Di mana Allah"?. . Saking serunya obrolan itu,tak terasa sudah beres si tukang cukur memotong rambut pelangganya.Lalu pelanggan tadi beranjak ingin keluar dari baber shop itu sambil mencari jawaban atas pertanyaan2 si tukang cukur tadi. Baru beberapa langkah di pintu keluar,dia tertegun melihat seorang lelaki di pinggir jalan dengan rambut panjang,gimbal dan acak2an.Sesaat dia terdiam, lalu kembali membalikan badan dan sembari bilang pada si tukang cukur. "Sebenar tukang cukur itu tidak ada ya.."?? Maksud bapak apa.."?kata si tukang cukur. Saya ada disini dan baru saja saya mencukur rambut bapak".. Lalu pelanggan itu berkata. Lihatlah anak muda di pinggir jalan itu,kenapa si tukang cukur membiarkan saja, ada orang rambutnya acak-acakan dan gimbal tak beraturan seperti itu.."?? "Di mana tukang cukur itu"?. Lalu tukang cukur berkata. Dia seperti itu karena dia tidak datang padaku,dan memnta cukur padaku Pak..". . Nah..jawabanya juga seperti itu atas pertanyaanmu tadi ,Allah SWT sebenarnya tidak membiarkan orang-orang dalam kesusahanya,tapi mereka sendirilah yang tidak mau mendekat dan memohon kepada Allah atas rizki dan berkah untuk kehidupanya ".. Lalu tukang cukur terdiam dan manggut-manggut tanda dia memahami jawaban pelanggan tadi. . Sahabat fillah perindu syurgaNya,dari cerita singkat di atas kita bisa memetik hikmahnya,bahwa allah tidak akan merubah keadaan kita dan membiarkan kita dalam keadaan yang kita rasakan,jika kita sendiri tidak berusaha untuk merubah keadaan kita dan berusaha untuk mendekatkan diri memohon padaNya. . Allah Ta’ala berfirman : وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran". (Al-Baqarah: 186)

"kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat


Di sebuah senja di sudut kota,ada seorang lelaki datang ke sebuah baber shop langgananya untuk mencukur rambutnya yang sudah mulai panjang dan tidak beraturan. . Lalu tanpa basa- basi lagi si tukang cukur mempersilahkan dan mulailah dia dengan tugas nya mencukur rambut si lelanggan tadi.Dengan tangan yang lincah dan cekatan dia memotong rambut pelangganya,sesekali dia sambil mengajak ngobrol pelangganya,semenit dua menit di lewati obrolan itu masih datar-datar saja,sampai tiba-tiba tukang cukur itu bilang pada pelangganya: . "Di pikir-pikir Allah itu tidak ada ya".. "kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat orang-orang di luar sana, di seberang di persimpangan jalan itu,kalau Allah ada. Kenapa allah membiarkan orang - orang yang hidup penuh derita seperti mereka? . Si pelanggan masih dengan sabar mendengarkan celotehan si tukang cukur sambil mencari jawaban yang tepat dan masuk akal untuk menjawab pertanyaan si tukang cukur itu. Lalu si tukang cukur kembali berkata kepada pelanggan. "Lihat Pak,Kenapa Allah membiarkan orang-orang cacat seperti mereka bersusah payah mencari rizki di jalanan,bahkan sampai- sampai ada yang bunuh diri segala karena tak kuat menghadapi tekanan hidup??" Katanya Allah itu kan maha pengasih lagi penyayang?? "Di mana Allah"?. . Saking serunya obrolan itu,tak terasa sudah beres si tukang cukur memotong rambut pelangganya.Lalu pelanggan tadi beranjak ingin keluar dari baber shop itu sambil mencari jawaban atas pertanyaan2 si tukang cukur tadi. Baru beberapa langkah di pintu keluar,dia tertegun melihat seorang lelaki di pinggir jalan dengan rambut panjang,gimbal dan acak2an.Sesaat dia terdiam, lalu kembali membalikan badan dan sembari bilang pada si tukang cukur. "Sebenar tukang cukur itu tidak ada ya.."?? Maksud bapak apa.."?kata si tukang cukur. Saya ada disini dan baru saja saya mencukur rambut bapak".. Lalu pelanggan itu berkata. Lihatlah anak muda di pinggir jalan itu,kenapa si tukang cukur membiarkan saja, ada orang rambutnya acak-acakan dan gimbal tak beraturan seperti itu.."?? "Di mana tukang cukur itu"?. Lalu tukang cukur berkata. Dia seperti itu karena dia tidak datang padaku,dan memnta cukur padaku Pak..". . Nah..jawabanya juga seperti itu atas pertanyaanmu tadi ,Allah SWT sebenarnya tidak membiarkan orang-orang dalam kesusahanya,tapi mereka sendirilah yang tidak mau mendekat dan memohon kepada Allah atas rizki dan berkah untuk kehidupanya ".. Lalu tukang cukur terdiam dan manggut-manggut tanda dia memahami jawaban pelanggan tadi. . Sahabat fillah perindu syurgaNya,dari cerita singkat di atas kita bisa memetik hikmahnya,bahwa allah tidak akan merubah keadaan kita dan membiarkan kita dalam keadaan yang kita rasakan,jika kita sendiri tidak berusaha untuk merubah keadaan kita dan berusaha untuk mendekatkan diri memohon padaNya. . Allah Ta’ala berfirman : وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran". (Al-Baqarah: 186)

"kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat


Di sebuah senja di sudut kota,ada seorang lelaki datang ke sebuah baber shop langgananya untuk mencukur rambutnya yang sudah mulai panjang dan tidak beraturan. . Lalu tanpa basa- basi lagi si tukang cukur mempersilahkan dan mulailah dia dengan tugas nya mencukur rambut si lelanggan tadi.Dengan tangan yang lincah dan cekatan dia memotong rambut pelangganya,sesekali dia sambil mengajak ngobrol pelangganya,semenit dua menit di lewati obrolan itu masih datar-datar saja,sampai tiba-tiba tukang cukur itu bilang pada pelangganya: . "Di pikir-pikir Allah itu tidak ada ya".. "kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat orang-orang di luar sana, di seberang di persimpangan jalan itu,kalau Allah ada. Kenapa allah membiarkan orang - orang yang hidup penuh derita seperti mereka? . Si pelanggan masih dengan sabar mendengarkan celotehan si tukang cukur sambil mencari jawaban yang tepat dan masuk akal untuk menjawab pertanyaan si tukang cukur itu. Lalu si tukang cukur kembali berkata kepada pelanggan. "Lihat Pak,Kenapa Allah membiarkan orang-orang cacat seperti mereka bersusah payah mencari rizki di jalanan,bahkan sampai- sampai ada yang bunuh diri segala karena tak kuat menghadapi tekanan hidup??" Katanya Allah itu kan maha pengasih lagi penyayang?? "Di mana Allah"?. . Saking serunya obrolan itu,tak terasa sudah beres si tukang cukur memotong rambut pelangganya.Lalu pelanggan tadi beranjak ingin keluar dari baber shop itu sambil mencari jawaban atas pertanyaan2 si tukang cukur tadi. Baru beberapa langkah di pintu keluar,dia tertegun melihat seorang lelaki di pinggir jalan dengan rambut panjang,gimbal dan acak2an.Sesaat dia terdiam, lalu kembali membalikan badan dan sembari bilang pada si tukang cukur. "Sebenar tukang cukur itu tidak ada ya.."?? Maksud bapak apa.."?kata si tukang cukur. Saya ada disini dan baru saja saya mencukur rambut bapak".. Lalu pelanggan itu berkata. Lihatlah anak muda di pinggir jalan itu,kenapa si tukang cukur membiarkan saja, ada orang rambutnya acak-acakan dan gimbal tak beraturan seperti itu.."?? "Di mana tukang cukur itu"?. Lalu tukang cukur berkata. Dia seperti itu karena dia tidak datang padaku,dan memnta cukur padaku Pak..". . Nah..jawabanya juga seperti itu atas pertanyaanmu tadi ,Allah SWT sebenarnya tidak membiarkan orang-orang dalam kesusahanya,tapi mereka sendirilah yang tidak mau mendekat dan memohon kepada Allah atas rizki dan berkah untuk kehidupanya ".. Lalu tukang cukur terdiam dan manggut-manggut tanda dia memahami jawaban pelanggan tadi. . Sahabat fillah perindu syurgaNya,dari cerita singkat di atas kita bisa memetik hikmahnya,bahwa allah tidak akan merubah keadaan kita dan membiarkan kita dalam keadaan yang kita rasakan,jika kita sendiri tidak berusaha untuk merubah keadaan kita dan berusaha untuk mendekatkan diri memohon padaNya. . Allah Ta’ala berfirman : وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran". (Al-Baqarah: 186)

"kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat


Di sebuah senja di sudut kota,ada seorang lelaki datang ke sebuah baber shop langgananya untuk mencukur rambutnya yang sudah mulai panjang dan tidak beraturan. . Lalu tanpa basa- basi lagi si tukang cukur mempersilahkan dan mulailah dia dengan tugas nya mencukur rambut si lelanggan tadi.Dengan tangan yang lincah dan cekatan dia memotong rambut pelangganya,sesekali dia sambil mengajak ngobrol pelangganya,semenit dua menit di lewati obrolan itu masih datar-datar saja,sampai tiba-tiba tukang cukur itu bilang pada pelangganya: . "Di pikir-pikir Allah itu tidak ada ya".. "kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat orang-orang di luar sana, di seberang di persimpangan jalan itu,kalau Allah ada. Kenapa allah membiarkan orang - orang yang hidup penuh derita seperti mereka? . Si pelanggan masih dengan sabar mendengarkan celotehan si tukang cukur sambil mencari jawaban yang tepat dan masuk akal untuk menjawab pertanyaan si tukang cukur itu. Lalu si tukang cukur kembali berkata kepada pelanggan. "Lihat Pak,Kenapa Allah membiarkan orang-orang cacat seperti mereka bersusah payah mencari rizki di jalanan,bahkan sampai- sampai ada yang bunuh diri segala karena tak kuat menghadapi tekanan hidup??" Katanya Allah itu kan maha pengasih lagi penyayang?? "Di mana Allah"?. . Saking serunya obrolan itu,tak terasa sudah beres si tukang cukur memotong rambut pelangganya.Lalu pelanggan tadi beranjak ingin keluar dari baber shop itu sambil mencari jawaban atas pertanyaan2 si tukang cukur tadi. Baru beberapa langkah di pintu keluar,dia tertegun melihat seorang lelaki di pinggir jalan dengan rambut panjang,gimbal dan acak2an.Sesaat dia terdiam, lalu kembali membalikan badan dan sembari bilang pada si tukang cukur. "Sebenar tukang cukur itu tidak ada ya.."?? Maksud bapak apa.."?kata si tukang cukur. Saya ada disini dan baru saja saya mencukur rambut bapak".. Lalu pelanggan itu berkata. Lihatlah anak muda di pinggir jalan itu,kenapa si tukang cukur membiarkan saja, ada orang rambutnya acak-acakan dan gimbal tak beraturan seperti itu.."?? "Di mana tukang cukur itu"?. Lalu tukang cukur berkata. Dia seperti itu karena dia tidak datang padaku,dan memnta cukur padaku Pak..". . Nah..jawabanya juga seperti itu atas pertanyaanmu tadi ,Allah SWT sebenarnya tidak membiarkan orang-orang dalam kesusahanya,tapi mereka sendirilah yang tidak mau mendekat dan memohon kepada Allah atas rizki dan berkah untuk kehidupanya ".. Lalu tukang cukur terdiam dan manggut-manggut tanda dia memahami jawaban pelanggan tadi. . Sahabat fillah perindu syurgaNya,dari cerita singkat di atas kita bisa memetik hikmahnya,bahwa allah tidak akan merubah keadaan kita dan membiarkan kita dalam keadaan yang kita rasakan,jika kita sendiri tidak berusaha untuk merubah keadaan kita dan berusaha untuk mendekatkan diri memohon padaNya. . Allah Ta’ala berfirman : وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran". (Al-Baqarah: 186)

"kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat


Di sebuah senja di sudut kota,ada seorang lelaki datang ke sebuah baber shop langgananya untuk mencukur rambutnya yang sudah mulai panjang dan tidak beraturan. . Lalu tanpa basa- basi lagi si tukang cukur mempersilahkan dan mulailah dia dengan tugas nya mencukur rambut si lelanggan tadi.Dengan tangan yang lincah dan cekatan dia memotong rambut pelangganya,sesekali dia sambil mengajak ngobrol pelangganya,semenit dua menit di lewati obrolan itu masih datar-datar saja,sampai tiba-tiba tukang cukur itu bilang pada pelangganya: . "Di pikir-pikir Allah itu tidak ada ya".. "kenapa kamu bisa bilang begitu"?? tanya pelanggan. Bapak coba lihat orang-orang di luar sana, di seberang di persimpangan jalan itu,kalau Allah ada. Kenapa allah membiarkan orang - orang yang hidup penuh derita seperti mereka? . Si pelanggan masih dengan sabar mendengarkan celotehan si tukang cukur sambil mencari jawaban yang tepat dan masuk akal untuk menjawab pertanyaan si tukang cukur itu. Lalu si tukang cukur kembali berkata kepada pelanggan. "Lihat Pak,Kenapa Allah membiarkan orang-orang cacat seperti mereka bersusah payah mencari rizki di jalanan,bahkan sampai- sampai ada yang bunuh diri segala karena tak kuat menghadapi tekanan hidup??" Katanya Allah itu kan maha pengasih lagi penyayang?? "Di mana Allah"?. . Saking serunya obrolan itu,tak terasa sudah beres si tukang cukur memotong rambut pelangganya.Lalu pelanggan tadi beranjak ingin keluar dari baber shop itu sambil mencari jawaban atas pertanyaan2 si tukang cukur tadi. Baru beberapa langkah di pintu keluar,dia tertegun melihat seorang lelaki di pinggir jalan dengan rambut panjang,gimbal dan acak2an.Sesaat dia terdiam, lalu kembali membalikan badan dan sembari bilang pada si tukang cukur. "Sebenar tukang cukur itu tidak ada ya.."?? Maksud bapak apa.."?kata si tukang cukur. Saya ada disini dan baru saja saya mencukur rambut bapak".. Lalu pelanggan itu berkata. Lihatlah anak muda di pinggir jalan itu,kenapa si tukang cukur membiarkan saja, ada orang rambutnya acak-acakan dan gimbal tak beraturan seperti itu.."?? "Di mana tukang cukur itu"?. Lalu tukang cukur berkata. Dia seperti itu karena dia tidak datang padaku,dan memnta cukur padaku Pak..". . Nah..jawabanya juga seperti itu atas pertanyaanmu tadi ,Allah SWT sebenarnya tidak membiarkan orang-orang dalam kesusahanya,tapi mereka sendirilah yang tidak mau mendekat dan memohon kepada Allah atas rizki dan berkah untuk kehidupanya ".. Lalu tukang cukur terdiam dan manggut-manggut tanda dia memahami jawaban pelanggan tadi. . Sahabat fillah perindu syurgaNya,dari cerita singkat di atas kita bisa memetik hikmahnya,bahwa allah tidak akan merubah keadaan kita dan membiarkan kita dalam keadaan yang kita rasakan,jika kita sendiri tidak berusaha untuk merubah keadaan kita dan berusaha untuk mendekatkan diri memohon padaNya. . Allah Ta’ala berfirman : وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran". (Al-Baqarah: 186)

"TAKDIR DALAM ISLAM" JODOH ITU TAKDIR MUBROM DAN MUALLAQ


"TAKDIR DALAM ISLAM" JODOH ITU TAKDIR MUBROM DAN MUALLAQ Takdir adalah ketentuan Allah yang ditetapkan sejak zaman azali (dahulu). Dalam bahasa Indonesia takdir disebut nasib. Dalam bahasa Arab takdir disebut dalam dua kata yaitu qadha dan qadar. Kedua kata ini bermakna sama (sinonim) tapi ada juga yang memberi makna berbeda. Menurut ulama, takdir ada yang bisa berubah ada yang tidak bisa berubah. Yang pertama disebut takdir mualaq sedang yang terakhir disebut takdir mubrom. Adanya takdir mualaq berdasar pada QS Ar-Ra'd :39. Sedangkan takdir mubrom berdasarkan pada QS Ali Imron :154 dan sejumlah ayat lain. Dalam bahasa Inggris takdir disebut predestination. PENGERTIAN DAN PEMBAGIAN TAKDIR: MUALLAQ DAN MUBROM Takdir atau qadha dan qadar ada dua macam yaitu takdir muallaq dan takdir mubrom. TAKDIR MUBROM Takdir Mubrom adalah takdir azali yang tidak bisa berubah. Takdir inilah yang sudah tertulis di Lauh Mahfudz. TAKDIR MUALLAQ Takdir Muallaq adalah takdir yang berada di buku yang dipegang malaikat. Takdir muallaq dapat berubah. Takdir ini yang dimaksud dalam QS Ar-Ra'd :30 "Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki)" DALIL AL-QURAN DAN HADITS TAKDIR DALAM QURAN DAN HADITS PERBUATAN MANUSIA ADALAH TAKDIR ALLAH - ٍَQS Yunus :61 وما يعزب عن ربك مثقال ذرة في الأرض ولا في السماء، ولا أصغر من ذلك ولا أكبر إلا في كتاب مبين Artinya: Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). - QS Al-An'am :59 وما تسقط من ورقة إلا يعلمها، ولا حبة في ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلا في كتاب مبين Artinya: dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" - QS Al-Hadid :22 ما أصاب من مصيبة في الأرض ولا في أنفسكم إلا في كتاب من قبل أن نبرأها، إن ذلك على الله يسير Artinya: Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. - QS Ash-Shaffat :96 وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ Artinya: Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu" - QS Al-Mulk :14 أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ Artinya: Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? TAKDIR DAPAT BERUBAH APABILA ALLAH BERKEHENDAK - QS Ar-Ra'd 38-39 لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ* يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ. Artinya: Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). - QS Ar-Ra'd :11 إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ‌ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُ‌وا مَا بِأَنفُسِهِمْ Artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. - QS Al-Balad :10 - 20 وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ ﴿١٠﴾ فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ﴿١١﴾ وَمَا أَدْرَ‌اكَ مَا الْعَقَبَةُ ﴿١٢﴾ فَكُّ رَ‌قَبَةٍ ﴿١٣﴾ أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ ﴿١٤﴾ يَتِيمًا ذَا مَقْرَ‌بَةٍ ﴿١٥﴾ أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَ‌بَةٍ ﴿١٦﴾ ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ‌ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْ‌حَمَةِ ﴿١٧﴾ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿١٨﴾ وَالَّذِينَ كَفَرُ‌وا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿١٩﴾ عَلَيْهِمْ نَارٌ‌ مُّؤْصَدَةٌ ﴿٢٠﴾ Artinya: Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat. - Hadits riwayt Tirmidzi لا يرد القضاء إلا الدعاء، ولا يزيد في العمر إلا البر. Artinya: Takdir tidak bisa ditolak kecuali dengan doa. Umur tidak bisa bertambah kecuali dengan amal kebaikan. - Hadits Bukhari & Muslim أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من سره أن يبسط له في رزقه ويُنسأ له في أثره، فليصل رحمه. Artinya: Bangsiapa yang ingin dipermudah rizkinya..., maka lakukan silaturrahmi (menyambung kekerabatan) - Hadits riwayat Tirmidzi إن صلة الرحم محبة في الأهل، مثراة في المال، منسأة في الأجل . Artinya: Silaturahim itu disukai dalam keluarga, memperbanyak harta, dan memperpanjang usia - Hadits riwayat Tirmidzi صلة الرحم وحسن الجوار يعمران الديار ويزيدان في الأعمار. Artinya: Silaturrahmi dan menjalin hubungan baik dengan tetangga itu memakmurkan rumah dan menambah umur PENDAPAT ULAMA TENTANG TAKDIR Pendapat para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah tentang takdir (qadha qadar) dari ulama salaf (klasik) sampai ulama kontemporer. PENDAPAT YUSUF QARDHAWI TENTANG TAKDIR (QADHA & QADAR) Berdasarkan pada firman Allah QS Yunus :61, Al-An'am :59, Al-Hadid :22 Yusuf Qardhawi menyatakan bahwa: (a) Seluruh yang ada di alam ini tertulis dan tercatat: Bahwa seluruh perkara yang ada di alam semesta ii tertulis dan tercatat itu sudah dimaklumi secara agama dan tidak diragukan lagi. Walaupun kita tidak mengetahui bagaimana bentuk penulisan dan format kitab atau bukunya. Apa yang kita ketahui adalah bahwa Allah-lah yang telah menciptakan alam semesta ini, baik langit dan buminya, benda mati dan hidupnya, berdasarkan pada ketentuan (takdir) azali Allah. Dan bahwa ilmu Allah mengetahui setiap sesuatu dan detail jumlah hitungannya. Dan bahwa setiap peristiwa yang terjadi di alam itu dapat terjadi sesuai dengan ilmu dan kehendak-Nya. Lihat, QS Yunus :61, Al-An'am :59, Al-Hadid :22 (b) Ilmu yang menyeluruh, hitungan yang detail, dan catatan yang meliputi pada segala sesuatu dan peristiwa sebelumnya terjadinya itu tidak menafikan adanya ijtihad dalam berbuat dan membuat sebab. Karena Allah sebagaimana telah membuat akibat juga telah menciptakan sebab. Dan sebagaimana mentakdirkan hasil, Allah juga menciptakan tahapan proses untuk mencapainya. Allah tidak mentakdirkan seorang pelajar yang lulus saja dalam arti ia dapat mencapai hasil ini dengan cara apapun, akan tetapi Allah mentakdirkan dia berhasil dengan beberapa tahapan proses seperti rajin belajar, semangat, energik, sabar, tidak mudah putus asa dan faktor-faktor lain yang menjadi sebab keberhasilannya. Semua ini ditentukan (ditakdirkan; Arab, muqoddar) dan tertulis (maktub). Ketentuan secara tertulis ini dalam arti bahwa melakukan sebab itu tidak menafikan takdir, tetapi justru bagian dari takdir itu sendiri. Karena itulah ketika Nabi Muhammad ditanya tentang masalah obat dan sebab yang menjaga dari perkara yang tidak disukai apakah beliau menolak dari takdir Allah? Jawab Nabi: Ini bagian dari takdir Allah (hadits hasan riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi). Ketika wabah endemi menyebar di Syam (sekarang Suriah, Lebanon), Umar bin Khattab dengan konsultasi dengan Sahabat memutuskan untuk tidak masuk ke negara itu dan kembali dengan rombongan. Umar ditanya: Apakah engkau akan lari dari takdir Allah wahai Amirul Mukminin? Umar menjawab: Iya. Kami lari dari satu takdir Allah menuju takdir Allah (yang lain). Apa yang kamu lakukan apabila kamu melewati dua tempat yang satu berdebu sedang yang lain kering? Bukankah apabila kamu menghindari tempat berdebu, kamu melakukannya dengan takdir Allah dan apabila menghindari tempat kering maka kamu melakukannya dengan takdir Allah juga? (c) Takdir adalah perkara gaib yang tertutup bagi kita. Kita tidak akan tahu takdir sesuatu kecuali setelah terjadi. Adapun sebelum terjadi, maka kita diperintahkan untuk mengikuti aturan hukum alam (sunnah kauniyah), dan panduan syariah untuk memelihara kebaikan bagi dunia dan akhirat kita. Perkara ghaib adalah ketentuan yang tertutup dari mata makhluk. ia tidak tampak kecuali sedikit dan secara sporadis. Sunnah atau aturan Allah pada alam dan syariah-Nya mewajibkan kita untuk melakukan sebab sebagaimana hal itu dilakukan oleh seorang manusia yang paling kuat imannya pada Allah, dan pada takdir-Nya yaitu Rasulullah. (Dalam berperang) Nabi selalu bersikap hati-hati, menyiapkan tentara dengan baik, dan mengirim intelijen, memakai pakaian perang, pengaman kepala, menggali parit di sekitar Madinah, memberi ijin umat Islam yang tertindas untuk imigrasi ke Habasyah dan Madinah termasuk Nabi sendiri. Nabi juga melakukan usaha-usaha maksimal saat hijrah .. menyiapkan kendaraan dan pemandu yang menemaninya, merubah jalur perjalanan agar tidak diketahui musuh, bersembunyi di gua, makan dan minum dan menyiapkan makanan yang cukup setahun untuk keluarganya dan tidak menunggu rejeki turun dari langit. Nabi pernah berkata pada orang yang bertanya apakah ia harus mengikat untanya atau melepasnya? Nabi menjawab: ikatlah dan bertawakallah (hadits hasan riwayat Ibnu Hibban dari Amr bin Umayah al-Dhoari. Ibnu Khuzaimah dan Tabrani meriwayatkan dengan sanad yang baik dengan kalimat: "قيدها وتوكل" ikatlah dan tawakal-lah. Nabi bersabda: "Larilah dari penyakit lepra seperti larimu dari singa (hadits riwayat Bukhari). Nabi bersabda: لا يوردن ممرض على مصح Artinya: Pemilik unta jangan mencampur antara unta yang sakit dengan yang sehat agar tidak menular. (e) Iman atau percaya pada takdir bukan berarti tidak bekerja dan berusaha dan bersungguh-sungguh dalam melakukan apa yang kita ingin, dan menjauhi perkara yang akan menyebabkan gagal. Oleh karena itu tidak ada alasan atau dalih bagi pemalas dan yang suka santai untuk bersembunyi di balik takdir atas kesalahan, kekeliruan, dan kegagalannya. Ini bukti dari kelemahan dan lari dari tanggung jawab. Filosof Pakistan, Dr. Muhammd Iqbal berkata: Muslim yang lemah menyalahkan takdir Allah. Sedangkan muslim yang kuat meyakini bahwa takdir Allah itu tidak dapat ditolak dan dikalahkan. Manusia hendaknya tidak menjadikan takdir sebagai alasan kecuali setelah mengerahkan segala usaha yang maksimal. Setelah itu ia boleh berkata: Inilah takdir Allah. Seorang laki-laki yang menang berada di depan Nabi. Yang kalah berkata: Cukuplah Allah bagiku. Nabi marah mendengar itu dan melihat bahwa dari luar tampak kalimat tersebut seperti beriman tapi dalamnya lemah. Nabi bersabda: "إن الله يلوم على العجز، ولكن عليك بالكيس، فإذا غلبك أمر فقل حسبي الله" Allah tidak suka pada kelemahan. Engkau harus berusaha. Apabila gagal, maka katakan 'cukuplah Allah bagiku'. (f) Buah Iman pada Takdir Buah dari percaya pada takdir Allah adalah ketika manusia telah berusaha maksimal dan mengerahkan segala daya upaya yang ada dan gagal maka kegagalan itu tidak akan membuatnya putus asa. Ia akan tetap memiliki kemauan untuk berjuang, keberanian saat bahaya, sabar saat kesulitan ekonomi, dan ridho pada hasil rejeki yang halal saat tidak mudah dalam mendapatkan penghasilan. Saat sulit ia akan berkata: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami (QS At-Taubah :51) Saat berperang ia akan berkata: Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh" (QS Ali Imron :154) Saat ditimpa musibah ia akan berkata: Allah telah mentakdirkan ini. Apa yang Allah kehendaki, maka Ia lakukan. Akidah takdir apabila kita mengerti pada maknanya yang benar maka akan bisa menciptakan sebuah umat yang enerjik, pekerja keras, sabar, tahan uji dan persisten. IBNU HAJAR AL-ASQALANI Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Fathul Bari إن الذي سبق في علم الله لا يتغير ولا يتبدل، وإن الذي يجوز عليه التغير والتبديل ما يبدو للناس من عمل العامل، ولا يبعد أن يتعلق ذلك بما في علم الحفظة الموكلين بالآدمي فيقع فيه المحو والإثبات كالزيادة في العمر والنقص Artinya: Perkara yang sudah lalu dalam ilmu Allah tidak akan dapat berubah. Yang boleh dan bisa berubah dan berganti adalah sesuatu yang tampak pada manusia yakni perbuatan pelaku. Hal itu tidak jauh hubungannya dengan ilmu malaikat hafadzah (penjaga) yang diwakilkan (diutus) pada manusia. Maka terjadilah penghilangan (pengurangan) dan ketetapan seperti bertambah atau berkurangnya usia seseorang. IBNU TAIMIYAH Ibnu Taimiyah إن الله يكتب للعبد أجلا في صحف الملائكة فإذا وصل رحمه زاد في ذلك المكتوب، وإن عمل ما يوجب النقص نقص من ذلك المكتوب... وهذا معنى ما روى عن عمر أنه قال: اللهم إن كنت كتبتني شقيا فامحني واكتبني سعيدا، فإنك تمحو ما تشاء وتثبت ـ والله سبحانه عالم بما كان وما يكون، وما لم يكن لو كان كيف كان يكون، فهو يعلم ما كتبه له وما يزيده إياه بعد ذلك، والملائكة لا علم لهم إلا ما علمهم الله، والله يعلم الأشياء قبل كونها وبعد كونها، فلهذا قال العلماء: إن المحو والإثبات في صحف الملائكة، وأما علم الله سبحانه فلا يختلف ولا يبدو له ما لم يكن عالما به، فلا محو فيه ولا إثبات، وأما اللوح المحفوظ: فهل فيه محو وإثبات؟ على قولين، والله سبحانه وتعالى أعلم Artinya: Allah menulis usia seseorang pada buku catatan malaikat. Apabila orang itu melakukan silaturrahim maka bertambahlah usia yang tertulis, apabila melakukan sesuatu yang dapat mengurangi umur, maka berkurangnya usia yang tertulis. Inilah makna hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab di mana ia berkata (berdoa): "Ya Allah apabila engkau menulisku sebagai orang yang celaka maka hapuslah dan tulislah aku sebagai orang yang beruntung. Sesungguhnya engkau dapat menghapus dan menetapkan apapun yang Engkau kehendaki." Allah mengetahui apa yang sudah dan akan terjadi dan apa yang tidak terjadi. Kalau sudah terjadi dan bagaimana kejadiannya. Allah tahu apa yang ditulis atau ditentukan pada seseorang dan apa yang ditambahkan padanya setelah itu. Sedangkan malaikat tidak tahu itu kecuali apa yang sudah diberitahu Allah. Allah tahu semuanya sebelum dan sesudah adanya. Itulah sebabnya ulama berkata: Penghapusan dan penetapan berada dalam buku malaikat. Adapun ilmu Allah maka tidak berbeda. Tidak ada yang tidak diketahui Allah karena itu maka tidak ada penghapusan dan penetapan. Adapun Lauh Madfudz: Apakah ada penghapusan dan penetapan? Ada dua pendapat dalam soal ini. IMAM THOHAWI Imam Thahawi dalam Tafsir Al-Tahawi menguraikan soal takdir sebagai berikut: Takdir adalah setiap sesuatu yang berjalan dengan takdir atau ketetapan dan kehendak Allah. Kehendak Allah itu lestari. Dan tidak ada kehendak bagi manusia kecuali atas kehendak Allah. Apa yang dikehendaki Allah maka terjadi, apa yang tidak dikehendaki tidak terjadi. Tidak ada yang bisa mencegah pada takdir-Nya. Tidak ada yang dapat menandingi hukumnya. Dan tidak ada yang dapat mengalahkan perintahNya. Iman pada takdir ada empat tingkatan: 1. Iman pada ilmu Allah yang qadim (dahulu) 2. Iman pada tulisan Allah di Lauhul Mahfudz 3. Iman pada kehendak Allah yang terjadi dan kemampuan (qudrat0 Allah yang menyeluruh. 4. Iman pada kemampuan Allah mewujudkan setiap makhluk. Dia-lah Sang Pencipta sedang yang lainnya adalah yang dicipta (makhluk). Memperdalam tentang takdir tidak boleh, Rasulullah telah melarang kita. Asal dari takdir adalah rahasia Allah atas makhluknya yang tidak diketahui malaikat dan Rasulnya. Mendalami soal takdir ini akan merugikan, dan melewati batas. Hati-hatilah dari hal itu agar tidak terjadi kebingungan berfikir dan was-was. Allah telah mempersimpit ilmu tentang takdir pada makhluknya dan melarang manusia dari mencarinya sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Anbiya' :23 "لا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ" Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai. TAKDIR BISA BERUBAH ATAU TIDAK? Dalam menafsiri QS Ar-Ra'd ayat 39 para Sahabat berbeda pendapat terutama antara Ibnu Abbas dan Umar dan Ibnu Mas'ud. Umar dan Ibnu Mas'ud punya pendapat yang menyejukkan di mana merke menyatakan bahwa takdir itu bisa berubah dengan ijin dengan kehendak Allah. Ini pandangan yang selaras dengan firman Allah dalam QS Al-Ra'd ayat 11. Husain bin Mas'ud dalam Tafsir Al-Baghawi 4/325 mengutip kedua pendapat tersebut: وقال ابن عباس : يمحو الله ما يشاء ويثبت إلا الرزق والأجل والسعادة والشقاوة . وروينا عن حذيفة بن أسيد ، عن النبي صلى الله عليه وسلم : " يدخل الملك على النطفة بعدما تستقر في الرحم بأربعين ، أو خمس وأربعين ليلة ، فيقول : يا رب أشقي أم سعيد ؟ فيكتبان ، فيقول : أي رب ، أذكر أم أنثى ؟ فيكتبان ، ويكتب عمله وأثره ، وأجله ، ورزقه ، ثم تطوى الصحف فلا يزاد فيها ، ولا ينقص " . وعن عمر ، وابن مسعود - رضي الله عنهما - أنهما قالا يمحو السعادة ، والشقاوة أيضا ، ويمحو الرزق والأجل ويثبت ما يشاء . وروي عن عمر رضي الله عنه أنه كان يطوف بالبيت وهو يبكي ويقول : اللهم إن كنت كتبتني في أهل السعادة فأثبتني فيها ، وإن كنت كتبت علي الشقاوة فامحني ، وأثبتني في أهل السعادة والمغفرة ، فإنك تمحو ما تشاء وتثبت وعندك أم الكتاب . ومثله عن ابن مسعود . وفي بعض الآثار : أن الرجل يكون قد بقي من عمره ثلاثون سنة فيقطع رحمه فترد إلى ثلاثة أيام ، والرجل يكون قد بقي من عمره ثلاثة أيام فيصل رحمه فيمد إلى ثلاثين سنة . Artinya: Ibnu Abbad berkata, "Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki) kecuali rizki, ajal, bahagia dan derita. Kami meriwayatkan dari Hudzaifah bin Usaid dari Nabi: "Malaikat masuk pada sperma setelah menetap di rahim selama 40 atau 45 malam. Lalu bertanya: Ya Tuhan, apakah ia menderita atau bahagia? Lalu keduanya ditulis. Malaikat bertanya lagi: Perempuan atau laki-laki? Lalu ditulis. Lalu ditulis juga amalnya, jejaknya, ajalnya, rejekinya. Lalu buku itu ditutup, tidak ditambah dan tidak dikurangi." Dari Umar dan Ibnu Mas'ud keduanya berkata: Allah menghapus bahagia dan derita. Dan menghapus rejeki dan ajal dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Diriwayatkan dari Umar bahwa ia pernah bertawaf di Baitullah sambil menangi dan berdoa: Ya Allah apabila Engkau menulisku termasuk orang yang berbahagia maka tetapkanlah. Apabila Engkau menulis aku sebagai orang yang menderita, maka hapuskanlah. Tetapkanlah aku sebagai orang yang beruntung dan diampuni karena Engkau dapat menghapus apa yang Engkau kehendaki dan menetapkan. Di sisiMu induk kitab. (Hadits yang serupa dari Ibnu Mas'ud). Dalam sebagian Atsar (perkataan Sahabat) diriwayatkan: Seorang laki-laki sisa umurnya 30 tahun. Lalu dia memutskan silaturrahim maka dipanjangkan usianya menjadi tiga hari. Laki-laki lain usianya tersisa 3 hari, tapi ia rajin bersilaturrahim maka umurnya diperpanjang menjadi 30 tahun. JODOH ITU TAKDIR MUBROM DAN MUALLAQ Perjodohan dan perkawinan adalah takdir mubrom dan muallaq sekaligus. Doa tidak bisa merubah takdir mubrom, akan tetapi doa dapat merubah takdir muallaq. Apabila dalam buku yang dipegang malaikat seorang pria A akan menikah dengan wanita B, maka hal itu kadang sesuai dengan takdir Allah sejak dulu (azali) karena itu maka tidak bisa berubah selamanya. Namun terkadang hal itu tidak sesuai dengan takdir azalinya Allah dalam kondisi seperti itu maka takdir itu bisa berubah sampai sesuai dengan takdir azali-nya.

"TAKDIR DALAM ISLAM" JODOH ITU TAKDIR MUBROM DAN MUALLAQ Takdir adalah ketentuan Allah yang ditetapkan sejak zaman azali (dahulu). Dalam bahasa Indonesia takdir disebut nasib. Dalam bahasa Arab takdir disebut dalam dua kata yaitu qadha dan qadar. Kedua kata ini bermakna sama (sinonim) tapi ada juga yang memberi makna berbeda. Menurut ulama, takdir ada yang bisa berubah ada yang tidak bisa berubah. Yang pertama disebut takdir mualaq sedang yang terakhir disebut takdir mubrom. Adanya takdir mualaq berdasar pada QS Ar-Ra'd :39. Sedangkan takdir mubrom berdasarkan pada QS Ali Imron :154 dan sejumlah ayat lain. Dalam bahasa Inggris takdir disebut predestination. PENGERTIAN DAN PEMBAGIAN TAKDIR: MUALLAQ DAN MUBROM Takdir atau qadha dan qadar ada dua macam yaitu takdir muallaq dan takdir mubrom. TAKDIR MUBROM Takdir Mubrom adalah takdir azali yang tidak bisa berubah. Takdir inilah yang sudah tertulis di Lauh Mahfudz. TAKDIR MUALLAQ Takdir Muallaq adalah takdir yang berada di buku yang dipegang malaikat. Takdir muallaq dapat berubah. Takdir ini yang dimaksud dalam QS Ar-Ra'd :30 "Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki)" DALIL AL-QURAN DAN HADITS TAKDIR DALAM QURAN DAN HADITS PERBUATAN MANUSIA ADALAH TAKDIR ALLAH - ٍَQS Yunus :61 وما يعزب عن ربك مثقال ذرة في الأرض ولا في السماء، ولا أصغر من ذلك ولا أكبر إلا في كتاب مبين Artinya: Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). - QS Al-An'am :59 وما تسقط من ورقة إلا يعلمها، ولا حبة في ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلا في كتاب مبين Artinya: dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" - QS Al-Hadid :22 ما أصاب من مصيبة في الأرض ولا في أنفسكم إلا في كتاب من قبل أن نبرأها، إن ذلك على الله يسير Artinya: Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. - QS Ash-Shaffat :96 وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ Artinya: Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu" - QS Al-Mulk :14 أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ Artinya: Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? TAKDIR DAPAT BERUBAH APABILA ALLAH BERKEHENDAK - QS Ar-Ra'd 38-39 لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ* يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ. Artinya: Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). - QS Ar-Ra'd :11 إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ‌ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُ‌وا مَا بِأَنفُسِهِمْ Artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. - QS Al-Balad :10 - 20 وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ ﴿١٠﴾ فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ﴿١١﴾ وَمَا أَدْرَ‌اكَ مَا الْعَقَبَةُ ﴿١٢﴾ فَكُّ رَ‌قَبَةٍ ﴿١٣﴾ أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ ﴿١٤﴾ يَتِيمًا ذَا مَقْرَ‌بَةٍ ﴿١٥﴾ أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَ‌بَةٍ ﴿١٦﴾ ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ‌ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْ‌حَمَةِ ﴿١٧﴾ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿١٨﴾ وَالَّذِينَ كَفَرُ‌وا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿١٩﴾ عَلَيْهِمْ نَارٌ‌ مُّؤْصَدَةٌ ﴿٢٠﴾ Artinya: Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat. - Hadits riwayt Tirmidzi لا يرد القضاء إلا الدعاء، ولا يزيد في العمر إلا البر. Artinya: Takdir tidak bisa ditolak kecuali dengan doa. Umur tidak bisa bertambah kecuali dengan amal kebaikan. - Hadits Bukhari & Muslim أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من سره أن يبسط له في رزقه ويُنسأ له في أثره، فليصل رحمه. Artinya: Bangsiapa yang ingin dipermudah rizkinya..., maka lakukan silaturrahmi (menyambung kekerabatan) - Hadits riwayat Tirmidzi إن صلة الرحم محبة في الأهل، مثراة في المال، منسأة في الأجل . Artinya: Silaturahim itu disukai dalam keluarga, memperbanyak harta, dan memperpanjang usia - Hadits riwayat Tirmidzi صلة الرحم وحسن الجوار يعمران الديار ويزيدان في الأعمار. Artinya: Silaturrahmi dan menjalin hubungan baik dengan tetangga itu memakmurkan rumah dan menambah umur PENDAPAT ULAMA TENTANG TAKDIR Pendapat para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah tentang takdir (qadha qadar) dari ulama salaf (klasik) sampai ulama kontemporer. PENDAPAT YUSUF QARDHAWI TENTANG TAKDIR (QADHA & QADAR) Berdasarkan pada firman Allah QS Yunus :61, Al-An'am :59, Al-Hadid :22 Yusuf Qardhawi menyatakan bahwa: (a) Seluruh yang ada di alam ini tertulis dan tercatat: Bahwa seluruh perkara yang ada di alam semesta ii tertulis dan tercatat itu sudah dimaklumi secara agama dan tidak diragukan lagi. Walaupun kita tidak mengetahui bagaimana bentuk penulisan dan format kitab atau bukunya. Apa yang kita ketahui adalah bahwa Allah-lah yang telah menciptakan alam semesta ini, baik langit dan buminya, benda mati dan hidupnya, berdasarkan pada ketentuan (takdir) azali Allah. Dan bahwa ilmu Allah mengetahui setiap sesuatu dan detail jumlah hitungannya. Dan bahwa setiap peristiwa yang terjadi di alam itu dapat terjadi sesuai dengan ilmu dan kehendak-Nya. Lihat, QS Yunus :61, Al-An'am :59, Al-Hadid :22 (b) Ilmu yang menyeluruh, hitungan yang detail, dan catatan yang meliputi pada segala sesuatu dan peristiwa sebelumnya terjadinya itu tidak menafikan adanya ijtihad dalam berbuat dan membuat sebab. Karena Allah sebagaimana telah membuat akibat juga telah menciptakan sebab. Dan sebagaimana mentakdirkan hasil, Allah juga menciptakan tahapan proses untuk mencapainya. Allah tidak mentakdirkan seorang pelajar yang lulus saja dalam arti ia dapat mencapai hasil ini dengan cara apapun, akan tetapi Allah mentakdirkan dia berhasil dengan beberapa tahapan proses seperti rajin belajar, semangat, energik, sabar, tidak mudah putus asa dan faktor-faktor lain yang menjadi sebab keberhasilannya. Semua ini ditentukan (ditakdirkan; Arab, muqoddar) dan tertulis (maktub). Ketentuan secara tertulis ini dalam arti bahwa melakukan sebab itu tidak menafikan takdir, tetapi justru bagian dari takdir itu sendiri. Karena itulah ketika Nabi Muhammad ditanya tentang masalah obat dan sebab yang menjaga dari perkara yang tidak disukai apakah beliau menolak dari takdir Allah? Jawab Nabi: Ini bagian dari takdir Allah (hadits hasan riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi). Ketika wabah endemi menyebar di Syam (sekarang Suriah, Lebanon), Umar bin Khattab dengan konsultasi dengan Sahabat memutuskan untuk tidak masuk ke negara itu dan kembali dengan rombongan. Umar ditanya: Apakah engkau akan lari dari takdir Allah wahai Amirul Mukminin? Umar menjawab: Iya. Kami lari dari satu takdir Allah menuju takdir Allah (yang lain). Apa yang kamu lakukan apabila kamu melewati dua tempat yang satu berdebu sedang yang lain kering? Bukankah apabila kamu menghindari tempat berdebu, kamu melakukannya dengan takdir Allah dan apabila menghindari tempat kering maka kamu melakukannya dengan takdir Allah juga? (c) Takdir adalah perkara gaib yang tertutup bagi kita. Kita tidak akan tahu takdir sesuatu kecuali setelah terjadi. Adapun sebelum terjadi, maka kita diperintahkan untuk mengikuti aturan hukum alam (sunnah kauniyah), dan panduan syariah untuk memelihara kebaikan bagi dunia dan akhirat kita. Perkara ghaib adalah ketentuan yang tertutup dari mata makhluk. ia tidak tampak kecuali sedikit dan secara sporadis. Sunnah atau aturan Allah pada alam dan syariah-Nya mewajibkan kita untuk melakukan sebab sebagaimana hal itu dilakukan oleh seorang manusia yang paling kuat imannya pada Allah, dan pada takdir-Nya yaitu Rasulullah. (Dalam berperang) Nabi selalu bersikap hati-hati, menyiapkan tentara dengan baik, dan mengirim intelijen, memakai pakaian perang, pengaman kepala, menggali parit di sekitar Madinah, memberi ijin umat Islam yang tertindas untuk imigrasi ke Habasyah dan Madinah termasuk Nabi sendiri. Nabi juga melakukan usaha-usaha maksimal saat hijrah .. menyiapkan kendaraan dan pemandu yang menemaninya, merubah jalur perjalanan agar tidak diketahui musuh, bersembunyi di gua, makan dan minum dan menyiapkan makanan yang cukup setahun untuk keluarganya dan tidak menunggu rejeki turun dari langit. Nabi pernah berkata pada orang yang bertanya apakah ia harus mengikat untanya atau melepasnya? Nabi menjawab: ikatlah dan bertawakallah (hadits hasan riwayat Ibnu Hibban dari Amr bin Umayah al-Dhoari. Ibnu Khuzaimah dan Tabrani meriwayatkan dengan sanad yang baik dengan kalimat: "قيدها وتوكل" ikatlah dan tawakal-lah. Nabi bersabda: "Larilah dari penyakit lepra seperti larimu dari singa (hadits riwayat Bukhari). Nabi bersabda: لا يوردن ممرض على مصح Artinya: Pemilik unta jangan mencampur antara unta yang sakit dengan yang sehat agar tidak menular. (e) Iman atau percaya pada takdir bukan berarti tidak bekerja dan berusaha dan bersungguh-sungguh dalam melakukan apa yang kita ingin, dan menjauhi perkara yang akan menyebabkan gagal. Oleh karena itu tidak ada alasan atau dalih bagi pemalas dan yang suka santai untuk bersembunyi di balik takdir atas kesalahan, kekeliruan, dan kegagalannya. Ini bukti dari kelemahan dan lari dari tanggung jawab. Filosof Pakistan, Dr. Muhammd Iqbal berkata: Muslim yang lemah menyalahkan takdir Allah. Sedangkan muslim yang kuat meyakini bahwa takdir Allah itu tidak dapat ditolak dan dikalahkan. Manusia hendaknya tidak menjadikan takdir sebagai alasan kecuali setelah mengerahkan segala usaha yang maksimal. Setelah itu ia boleh berkata: Inilah takdir Allah. Seorang laki-laki yang menang berada di depan Nabi. Yang kalah berkata: Cukuplah Allah bagiku. Nabi marah mendengar itu dan melihat bahwa dari luar tampak kalimat tersebut seperti beriman tapi dalamnya lemah. Nabi bersabda: "إن الله يلوم على العجز، ولكن عليك بالكيس، فإذا غلبك أمر فقل حسبي الله" Allah tidak suka pada kelemahan. Engkau harus berusaha. Apabila gagal, maka katakan 'cukuplah Allah bagiku'. (f) Buah Iman pada Takdir Buah dari percaya pada takdir Allah adalah ketika manusia telah berusaha maksimal dan mengerahkan segala daya upaya yang ada dan gagal maka kegagalan itu tidak akan membuatnya putus asa. Ia akan tetap memiliki kemauan untuk berjuang, keberanian saat bahaya, sabar saat kesulitan ekonomi, dan ridho pada hasil rejeki yang halal saat tidak mudah dalam mendapatkan penghasilan. Saat sulit ia akan berkata: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami (QS At-Taubah :51) Saat berperang ia akan berkata: Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh" (QS Ali Imron :154) Saat ditimpa musibah ia akan berkata: Allah telah mentakdirkan ini. Apa yang Allah kehendaki, maka Ia lakukan. Akidah takdir apabila kita mengerti pada maknanya yang benar maka akan bisa menciptakan sebuah umat yang enerjik, pekerja keras, sabar, tahan uji dan persisten. IBNU HAJAR AL-ASQALANI Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Fathul Bari إن الذي سبق في علم الله لا يتغير ولا يتبدل، وإن الذي يجوز عليه التغير والتبديل ما يبدو للناس من عمل العامل، ولا يبعد أن يتعلق ذلك بما في علم الحفظة الموكلين بالآدمي فيقع فيه المحو والإثبات كالزيادة في العمر والنقص Artinya: Perkara yang sudah lalu dalam ilmu Allah tidak akan dapat berubah. Yang boleh dan bisa berubah dan berganti adalah sesuatu yang tampak pada manusia yakni perbuatan pelaku. Hal itu tidak jauh hubungannya dengan ilmu malaikat hafadzah (penjaga) yang diwakilkan (diutus) pada manusia. Maka terjadilah penghilangan (pengurangan) dan ketetapan seperti bertambah atau berkurangnya usia seseorang. IBNU TAIMIYAH Ibnu Taimiyah إن الله يكتب للعبد أجلا في صحف الملائكة فإذا وصل رحمه زاد في ذلك المكتوب، وإن عمل ما يوجب النقص نقص من ذلك المكتوب... وهذا معنى ما روى عن عمر أنه قال: اللهم إن كنت كتبتني شقيا فامحني واكتبني سعيدا، فإنك تمحو ما تشاء وتثبت ـ والله سبحانه عالم بما كان وما يكون، وما لم يكن لو كان كيف كان يكون، فهو يعلم ما كتبه له وما يزيده إياه بعد ذلك، والملائكة لا علم لهم إلا ما علمهم الله، والله يعلم الأشياء قبل كونها وبعد كونها، فلهذا قال العلماء: إن المحو والإثبات في صحف الملائكة، وأما علم الله سبحانه فلا يختلف ولا يبدو له ما لم يكن عالما به، فلا محو فيه ولا إثبات، وأما اللوح المحفوظ: فهل فيه محو وإثبات؟ على قولين، والله سبحانه وتعالى أعلم Artinya: Allah menulis usia seseorang pada buku catatan malaikat. Apabila orang itu melakukan silaturrahim maka bertambahlah usia yang tertulis, apabila melakukan sesuatu yang dapat mengurangi umur, maka berkurangnya usia yang tertulis. Inilah makna hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab di mana ia berkata (berdoa): "Ya Allah apabila engkau menulisku sebagai orang yang celaka maka hapuslah dan tulislah aku sebagai orang yang beruntung. Sesungguhnya engkau dapat menghapus dan menetapkan apapun yang Engkau kehendaki." Allah mengetahui apa yang sudah dan akan terjadi dan apa yang tidak terjadi. Kalau sudah terjadi dan bagaimana kejadiannya. Allah tahu apa yang ditulis atau ditentukan pada seseorang dan apa yang ditambahkan padanya setelah itu. Sedangkan malaikat tidak tahu itu kecuali apa yang sudah diberitahu Allah. Allah tahu semuanya sebelum dan sesudah adanya. Itulah sebabnya ulama berkata: Penghapusan dan penetapan berada dalam buku malaikat. Adapun ilmu Allah maka tidak berbeda. Tidak ada yang tidak diketahui Allah karena itu maka tidak ada penghapusan dan penetapan. Adapun Lauh Madfudz: Apakah ada penghapusan dan penetapan? Ada dua pendapat dalam soal ini. IMAM THOHAWI Imam Thahawi dalam Tafsir Al-Tahawi menguraikan soal takdir sebagai berikut: Takdir adalah setiap sesuatu yang berjalan dengan takdir atau ketetapan dan kehendak Allah. Kehendak Allah itu lestari. Dan tidak ada kehendak bagi manusia kecuali atas kehendak Allah. Apa yang dikehendaki Allah maka terjadi, apa yang tidak dikehendaki tidak terjadi. Tidak ada yang bisa mencegah pada takdir-Nya. Tidak ada yang dapat menandingi hukumnya. Dan tidak ada yang dapat mengalahkan perintahNya. Iman pada takdir ada empat tingkatan: 1. Iman pada ilmu Allah yang qadim (dahulu) 2. Iman pada tulisan Allah di Lauhul Mahfudz 3. Iman pada kehendak Allah yang terjadi dan kemampuan (qudrat0 Allah yang menyeluruh. 4. Iman pada kemampuan Allah mewujudkan setiap makhluk. Dia-lah Sang Pencipta sedang yang lainnya adalah yang dicipta (makhluk). Memperdalam tentang takdir tidak boleh, Rasulullah telah melarang kita. Asal dari takdir adalah rahasia Allah atas makhluknya yang tidak diketahui malaikat dan Rasulnya. Mendalami soal takdir ini akan merugikan, dan melewati batas. Hati-hatilah dari hal itu agar tidak terjadi kebingungan berfikir dan was-was. Allah telah mempersimpit ilmu tentang takdir pada makhluknya dan melarang manusia dari mencarinya sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Anbiya' :23 "لا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ" Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai. TAKDIR BISA BERUBAH ATAU TIDAK? Dalam menafsiri QS Ar-Ra'd ayat 39 para Sahabat berbeda pendapat terutama antara Ibnu Abbas dan Umar dan Ibnu Mas'ud. Umar dan Ibnu Mas'ud punya pendapat yang menyejukkan di mana merke menyatakan bahwa takdir itu bisa berubah dengan ijin dengan kehendak Allah. Ini pandangan yang selaras dengan firman Allah dalam QS Al-Ra'd ayat 11. Husain bin Mas'ud dalam Tafsir Al-Baghawi 4/325 mengutip kedua pendapat tersebut: وقال ابن عباس : يمحو الله ما يشاء ويثبت إلا الرزق والأجل والسعادة والشقاوة . وروينا عن حذيفة بن أسيد ، عن النبي صلى الله عليه وسلم : " يدخل الملك على النطفة بعدما تستقر في الرحم بأربعين ، أو خمس وأربعين ليلة ، فيقول : يا رب أشقي أم سعيد ؟ فيكتبان ، فيقول : أي رب ، أذكر أم أنثى ؟ فيكتبان ، ويكتب عمله وأثره ، وأجله ، ورزقه ، ثم تطوى الصحف فلا يزاد فيها ، ولا ينقص " . وعن عمر ، وابن مسعود - رضي الله عنهما - أنهما قالا يمحو السعادة ، والشقاوة أيضا ، ويمحو الرزق والأجل ويثبت ما يشاء . وروي عن عمر رضي الله عنه أنه كان يطوف بالبيت وهو يبكي ويقول : اللهم إن كنت كتبتني في أهل السعادة فأثبتني فيها ، وإن كنت كتبت علي الشقاوة فامحني ، وأثبتني في أهل السعادة والمغفرة ، فإنك تمحو ما تشاء وتثبت وعندك أم الكتاب . ومثله عن ابن مسعود . وفي بعض الآثار : أن الرجل يكون قد بقي من عمره ثلاثون سنة فيقطع رحمه فترد إلى ثلاثة أيام ، والرجل يكون قد بقي من عمره ثلاثة أيام فيصل رحمه فيمد إلى ثلاثين سنة . Artinya: Ibnu Abbad berkata, "Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki) kecuali rizki, ajal, bahagia dan derita. Kami meriwayatkan dari Hudzaifah bin Usaid dari Nabi: "Malaikat masuk pada sperma setelah menetap di rahim selama 40 atau 45 malam. Lalu bertanya: Ya Tuhan, apakah ia menderita atau bahagia? Lalu keduanya ditulis. Malaikat bertanya lagi: Perempuan atau laki-laki? Lalu ditulis. Lalu ditulis juga amalnya, jejaknya, ajalnya, rejekinya. Lalu buku itu ditutup, tidak ditambah dan tidak dikurangi." Dari Umar dan Ibnu Mas'ud keduanya berkata: Allah menghapus bahagia dan derita. Dan menghapus rejeki dan ajal dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Diriwayatkan dari Umar bahwa ia pernah bertawaf di Baitullah sambil menangi dan berdoa: Ya Allah apabila Engkau menulisku termasuk orang yang berbahagia maka tetapkanlah. Apabila Engkau menulis aku sebagai orang yang menderita, maka hapuskanlah. Tetapkanlah aku sebagai orang yang beruntung dan diampuni karena Engkau dapat menghapus apa yang Engkau kehendaki dan menetapkan. Di sisiMu induk kitab. (Hadits yang serupa dari Ibnu Mas'ud). Dalam sebagian Atsar (perkataan Sahabat) diriwayatkan: Seorang laki-laki sisa umurnya 30 tahun. Lalu dia memutskan silaturrahim maka dipanjangkan usianya menjadi tiga hari. Laki-laki lain usianya tersisa 3 hari, tapi ia rajin bersilaturrahim maka umurnya diperpanjang menjadi 30 tahun. JODOH ITU TAKDIR MUBROM DAN MUALLAQ Perjodohan dan perkawinan adalah takdir mubrom dan muallaq sekaligus. Doa tidak bisa merubah takdir mubrom, akan tetapi doa dapat merubah takdir muallaq. Apabila dalam buku yang dipegang malaikat seorang pria A akan menikah dengan wanita B, maka hal itu kadang sesuai dengan takdir Allah sejak dulu (azali) karena itu maka tidak bisa berubah selamanya. Namun terkadang hal itu tidak sesuai dengan takdir azalinya Allah dalam kondisi seperti itu maka takdir itu bisa berubah sampai sesuai dengan takdir azali-nya.

"TAKDIR DALAM ISLAM" Takdir adalah ketentuan Allah yang ditetapkan sejak zaman azali (dahulu). Dalam bahasa Indonesia takdir disebut nasib. Dalam bahasa Arab takdir disebut dalam dua kata yaitu qadha dan qadar. Kedua kata ini bermakna sama (sinonim) tapi ada juga yang memberi makna berbeda. Menurut ulama, takdir ada yang bisa berubah ada yang tidak bisa berubah. Yang pertama disebut takdir mualaq sedang yang terakhir disebut takdir mubrom. Adanya takdir mualaq berdasar pada QS Ar-Ra'd :39. Sedangkan takdir mubrom berdasarkan pada QS Ali Imron :154 dan sejumlah ayat lain. Dalam bahasa Inggris takdir disebut predestination. PENGERTIAN DAN PEMBAGIAN TAKDIR: MUALLAQ DAN MUBROM Takdir atau qadha dan qadar ada dua macam yaitu takdir muallaq dan takdir mubrom. TAKDIR MUBROM Takdir Mubrom adalah takdir azali yang tidak bisa berubah. Takdir inilah yang sudah tertulis di Lauh Mahfudz. TAKDIR MUALLAQ Takdir Muallaq adalah takdir yang berada di buku yang dipegang malaikat. Takdir muallaq dapat berubah. Takdir ini yang dimaksud dalam QS Ar-Ra'd :30 "Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki)" DALIL AL-QURAN DAN HADITS TAKDIR DALAM QURAN DAN HADITS PERBUATAN MANUSIA ADALAH TAKDIR ALLAH - ٍَQS Yunus :61 وما يعزب عن ربك مثقال ذرة في الأرض ولا في السماء، ولا أصغر من ذلك ولا أكبر إلا في كتاب مبين Artinya: Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). - QS Al-An'am :59 وما تسقط من ورقة إلا يعلمها، ولا حبة في ظلمات الأرض ولا رطب ولا يابس إلا في كتاب مبين Artinya: dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" - QS Al-Hadid :22 ما أصاب من مصيبة في الأرض ولا في أنفسكم إلا في كتاب من قبل أن نبرأها، إن ذلك على الله يسير Artinya: Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. - QS Ash-Shaffat :96 وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ Artinya: Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu" - QS Al-Mulk :14 أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ Artinya: Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? TAKDIR DAPAT BERUBAH APABILA ALLAH BERKEHENDAK - QS Ar-Ra'd 38-39 لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ* يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ. Artinya: Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). - QS Ar-Ra'd :11 إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ‌ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُ‌وا مَا بِأَنفُسِهِمْ Artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. - QS Al-Balad :10 - 20 وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ ﴿١٠﴾ فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ﴿١١﴾ وَمَا أَدْرَ‌اكَ مَا الْعَقَبَةُ ﴿١٢﴾ فَكُّ رَ‌قَبَةٍ ﴿١٣﴾ أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ ﴿١٤﴾ يَتِيمًا ذَا مَقْرَ‌بَةٍ ﴿١٥﴾ أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَ‌بَةٍ ﴿١٦﴾ ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ‌ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْ‌حَمَةِ ﴿١٧﴾ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿١٨﴾ وَالَّذِينَ كَفَرُ‌وا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿١٩﴾ عَلَيْهِمْ نَارٌ‌ مُّؤْصَدَةٌ ﴿٢٠﴾ Artinya: Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat. - Hadits riwayt Tirmidzi لا يرد القضاء إلا الدعاء، ولا يزيد في العمر إلا البر. Artinya: Takdir tidak bisa ditolak kecuali dengan doa. Umur tidak bisa bertambah kecuali dengan amal kebaikan. - Hadits Bukhari & Muslim أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من سره أن يبسط له في رزقه ويُنسأ له في أثره، فليصل رحمه. Artinya: Bangsiapa yang ingin dipermudah rizkinya..., maka lakukan silaturrahmi (menyambung kekerabatan) - Hadits riwayat Tirmidzi إن صلة الرحم محبة في الأهل، مثراة في المال، منسأة في الأجل . Artinya: Silaturahim itu disukai dalam keluarga, memperbanyak harta, dan memperpanjang usia - Hadits riwayat Tirmidzi صلة الرحم وحسن الجوار يعمران الديار ويزيدان في الأعمار. Artinya: Silaturrahmi dan menjalin hubungan baik dengan tetangga itu memakmurkan rumah dan menambah umur PENDAPAT ULAMA TENTANG TAKDIR Pendapat para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah tentang takdir (qadha qadar) dari ulama salaf (klasik) sampai ulama kontemporer. PENDAPAT YUSUF QARDHAWI TENTANG TAKDIR (QADHA & QADAR) Berdasarkan pada firman Allah QS Yunus :61, Al-An'am :59, Al-Hadid :22 Yusuf Qardhawi menyatakan bahwa: (a) Seluruh yang ada di alam ini tertulis dan tercatat: Bahwa seluruh perkara yang ada di alam semesta ii tertulis dan tercatat itu sudah dimaklumi secara agama dan tidak diragukan lagi. Walaupun kita tidak mengetahui bagaimana bentuk penulisan dan format kitab atau bukunya. Apa yang kita ketahui adalah bahwa Allah-lah yang telah menciptakan alam semesta ini, baik langit dan buminya, benda mati dan hidupnya, berdasarkan pada ketentuan (takdir) azali Allah. Dan bahwa ilmu Allah mengetahui setiap sesuatu dan detail jumlah hitungannya. Dan bahwa setiap peristiwa yang terjadi di alam itu dapat terjadi sesuai dengan ilmu dan kehendak-Nya. Lihat, QS Yunus :61, Al-An'am :59, Al-Hadid :22 (b) Ilmu yang menyeluruh, hitungan yang detail, dan catatan yang meliputi pada segala sesuatu dan peristiwa sebelumnya terjadinya itu tidak menafikan adanya ijtihad dalam berbuat dan membuat sebab. Karena Allah sebagaimana telah membuat akibat juga telah menciptakan sebab. Dan sebagaimana mentakdirkan hasil, Allah juga menciptakan tahapan proses untuk mencapainya. Allah tidak mentakdirkan seorang pelajar yang lulus saja dalam arti ia dapat mencapai hasil ini dengan cara apapun, akan tetapi Allah mentakdirkan dia berhasil dengan beberapa tahapan proses seperti rajin belajar, semangat, energik, sabar, tidak mudah putus asa dan faktor-faktor lain yang menjadi sebab keberhasilannya. Semua ini ditentukan (ditakdirkan; Arab, muqoddar) dan tertulis (maktub). Ketentuan secara tertulis ini dalam arti bahwa melakukan sebab itu tidak menafikan takdir, tetapi justru bagian dari takdir itu sendiri. Karena itulah ketika Nabi Muhammad ditanya tentang masalah obat dan sebab yang menjaga dari perkara yang tidak disukai apakah beliau menolak dari takdir Allah? Jawab Nabi: Ini bagian dari takdir Allah (hadits hasan riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Tirmidzi). Ketika wabah endemi menyebar di Syam (sekarang Suriah, Lebanon), Umar bin Khattab dengan konsultasi dengan Sahabat memutuskan untuk tidak masuk ke negara itu dan kembali dengan rombongan. Umar ditanya: Apakah engkau akan lari dari takdir Allah wahai Amirul Mukminin? Umar menjawab: Iya. Kami lari dari satu takdir Allah menuju takdir Allah (yang lain). Apa yang kamu lakukan apabila kamu melewati dua tempat yang satu berdebu sedang yang lain kering? Bukankah apabila kamu menghindari tempat berdebu, kamu melakukannya dengan takdir Allah dan apabila menghindari tempat kering maka kamu melakukannya dengan takdir Allah juga? (c) Takdir adalah perkara gaib yang tertutup bagi kita. Kita tidak akan tahu takdir sesuatu kecuali setelah terjadi. Adapun sebelum terjadi, maka kita diperintahkan untuk mengikuti aturan hukum alam (sunnah kauniyah), dan panduan syariah untuk memelihara kebaikan bagi dunia dan akhirat kita. Perkara ghaib adalah ketentuan yang tertutup dari mata makhluk. ia tidak tampak kecuali sedikit dan secara sporadis. Sunnah atau aturan Allah pada alam dan syariah-Nya mewajibkan kita untuk melakukan sebab sebagaimana hal itu dilakukan oleh seorang manusia yang paling kuat imannya pada Allah, dan pada takdir-Nya yaitu Rasulullah. (Dalam berperang) Nabi selalu bersikap hati-hati, menyiapkan tentara dengan baik, dan mengirim intelijen, memakai pakaian perang, pengaman kepala, menggali parit di sekitar Madinah, memberi ijin umat Islam yang tertindas untuk imigrasi ke Habasyah dan Madinah termasuk Nabi sendiri. Nabi juga melakukan usaha-usaha maksimal saat hijrah .. menyiapkan kendaraan dan pemandu yang menemaninya, merubah jalur perjalanan agar tidak diketahui musuh, bersembunyi di gua, makan dan minum dan menyiapkan makanan yang cukup setahun untuk keluarganya dan tidak menunggu rejeki turun dari langit. Nabi pernah berkata pada orang yang bertanya apakah ia harus mengikat untanya atau melepasnya? Nabi menjawab: ikatlah dan bertawakallah (hadits hasan riwayat Ibnu Hibban dari Amr bin Umayah al-Dhoari. Ibnu Khuzaimah dan Tabrani meriwayatkan dengan sanad yang baik dengan kalimat: "قيدها وتوكل" ikatlah dan tawakal-lah. Nabi bersabda: "Larilah dari penyakit lepra seperti larimu dari singa (hadits riwayat Bukhari). Nabi bersabda: لا يوردن ممرض على مصح Artinya: Pemilik unta jangan mencampur antara unta yang sakit dengan yang sehat agar tidak menular. (e) Iman atau percaya pada takdir bukan berarti tidak bekerja dan berusaha dan bersungguh-sungguh dalam melakukan apa yang kita ingin, dan menjauhi perkara yang akan menyebabkan gagal. Oleh karena itu tidak ada alasan atau dalih bagi pemalas dan yang suka santai untuk bersembunyi di balik takdir atas kesalahan, kekeliruan, dan kegagalannya. Ini bukti dari kelemahan dan lari dari tanggung jawab. Filosof Pakistan, Dr. Muhammd Iqbal berkata: Muslim yang lemah menyalahkan takdir Allah. Sedangkan muslim yang kuat meyakini bahwa takdir Allah itu tidak dapat ditolak dan dikalahkan. Manusia hendaknya tidak menjadikan takdir sebagai alasan kecuali setelah mengerahkan segala usaha yang maksimal. Setelah itu ia boleh berkata: Inilah takdir Allah. Seorang laki-laki yang menang berada di depan Nabi. Yang kalah berkata: Cukuplah Allah bagiku. Nabi marah mendengar itu dan melihat bahwa dari luar tampak kalimat tersebut seperti beriman tapi dalamnya lemah. Nabi bersabda: "إن الله يلوم على العجز، ولكن عليك بالكيس، فإذا غلبك أمر فقل حسبي الله" Allah tidak suka pada kelemahan. Engkau harus berusaha. Apabila gagal, maka katakan 'cukuplah Allah bagiku'. (f) Buah Iman pada Takdir Buah dari percaya pada takdir Allah adalah ketika manusia telah berusaha maksimal dan mengerahkan segala daya upaya yang ada dan gagal maka kegagalan itu tidak akan membuatnya putus asa. Ia akan tetap memiliki kemauan untuk berjuang, keberanian saat bahaya, sabar saat kesulitan ekonomi, dan ridho pada hasil rejeki yang halal saat tidak mudah dalam mendapatkan penghasilan. Saat sulit ia akan berkata: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami (QS At-Taubah :51) Saat berperang ia akan berkata: Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh" (QS Ali Imron :154) Saat ditimpa musibah ia akan berkata: Allah telah mentakdirkan ini. Apa yang Allah kehendaki, maka Ia lakukan. Akidah takdir apabila kita mengerti pada maknanya yang benar maka akan bisa menciptakan sebuah umat yang enerjik, pekerja keras, sabar, tahan uji dan persisten. IBNU HAJAR AL-ASQALANI Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Fathul Bari إن الذي سبق في علم الله لا يتغير ولا يتبدل، وإن الذي يجوز عليه التغير والتبديل ما يبدو للناس من عمل العامل، ولا يبعد أن يتعلق ذلك بما في علم الحفظة الموكلين بالآدمي فيقع فيه المحو والإثبات كالزيادة في العمر والنقص Artinya: Perkara yang sudah lalu dalam ilmu Allah tidak akan dapat berubah. Yang boleh dan bisa berubah dan berganti adalah sesuatu yang tampak pada manusia yakni perbuatan pelaku. Hal itu tidak jauh hubungannya dengan ilmu malaikat hafadzah (penjaga) yang diwakilkan (diutus) pada manusia. Maka terjadilah penghilangan (pengurangan) dan ketetapan seperti bertambah atau berkurangnya usia seseorang. IBNU TAIMIYAH Ibnu Taimiyah إن الله يكتب للعبد أجلا في صحف الملائكة فإذا وصل رحمه زاد في ذلك المكتوب، وإن عمل ما يوجب النقص نقص من ذلك المكتوب... وهذا معنى ما روى عن عمر أنه قال: اللهم إن كنت كتبتني شقيا فامحني واكتبني سعيدا، فإنك تمحو ما تشاء وتثبت ـ والله سبحانه عالم بما كان وما يكون، وما لم يكن لو كان كيف كان يكون، فهو يعلم ما كتبه له وما يزيده إياه بعد ذلك، والملائكة لا علم لهم إلا ما علمهم الله، والله يعلم الأشياء قبل كونها وبعد كونها، فلهذا قال العلماء: إن المحو والإثبات في صحف الملائكة، وأما علم الله سبحانه فلا يختلف ولا يبدو له ما لم يكن عالما به، فلا محو فيه ولا إثبات، وأما اللوح المحفوظ: فهل فيه محو وإثبات؟ على قولين، والله سبحانه وتعالى أعلم Artinya: Allah menulis usia seseorang pada buku catatan malaikat. Apabila orang itu melakukan silaturrahim maka bertambahlah usia yang tertulis, apabila melakukan sesuatu yang dapat mengurangi umur, maka berkurangnya usia yang tertulis. Inilah makna hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab di mana ia berkata (berdoa): "Ya Allah apabila engkau menulisku sebagai orang yang celaka maka hapuslah dan tulislah aku sebagai orang yang beruntung. Sesungguhnya engkau dapat menghapus dan menetapkan apapun yang Engkau kehendaki." Allah mengetahui apa yang sudah dan akan terjadi dan apa yang tidak terjadi. Kalau sudah terjadi dan bagaimana kejadiannya. Allah tahu apa yang ditulis atau ditentukan pada seseorang dan apa yang ditambahkan padanya setelah itu. Sedangkan malaikat tidak tahu itu kecuali apa yang sudah diberitahu Allah. Allah tahu semuanya sebelum dan sesudah adanya. Itulah sebabnya ulama berkata: Penghapusan dan penetapan berada dalam buku malaikat. Adapun ilmu Allah maka tidak berbeda. Tidak ada yang tidak diketahui Allah karena itu maka tidak ada penghapusan dan penetapan. Adapun Lauh Madfudz: Apakah ada penghapusan dan penetapan? Ada dua pendapat dalam soal ini. IMAM THOHAWI Imam Thahawi dalam Tafsir Al-Tahawi menguraikan soal takdir sebagai berikut: Takdir adalah setiap sesuatu yang berjalan dengan takdir atau ketetapan dan kehendak Allah. Kehendak Allah itu lestari. Dan tidak ada kehendak bagi manusia kecuali atas kehendak Allah. Apa yang dikehendaki Allah maka terjadi, apa yang tidak dikehendaki tidak terjadi. Tidak ada yang bisa mencegah pada takdir-Nya. Tidak ada yang dapat menandingi hukumnya. Dan tidak ada yang dapat mengalahkan perintahNya. Iman pada takdir ada empat tingkatan: 1. Iman pada ilmu Allah yang qadim (dahulu) 2. Iman pada tulisan Allah di Lauhul Mahfudz 3. Iman pada kehendak Allah yang terjadi dan kemampuan (qudrat0 Allah yang menyeluruh. 4. Iman pada kemampuan Allah mewujudkan setiap makhluk. Dia-lah Sang Pencipta sedang yang lainnya adalah yang dicipta (makhluk). Memperdalam tentang takdir tidak boleh, Rasulullah telah melarang kita. Asal dari takdir adalah rahasia Allah atas makhluknya yang tidak diketahui malaikat dan Rasulnya. Mendalami soal takdir ini akan merugikan, dan melewati batas. Hati-hatilah dari hal itu agar tidak terjadi kebingungan berfikir dan was-was. Allah telah mempersimpit ilmu tentang takdir pada makhluknya dan melarang manusia dari mencarinya sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Anbiya' :23 "لا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ" Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai. TAKDIR BISA BERUBAH ATAU TIDAK? Dalam menafsiri QS Ar-Ra'd ayat 39 para Sahabat berbeda pendapat terutama antara Ibnu Abbas dan Umar dan Ibnu Mas'ud. Umar dan Ibnu Mas'ud punya pendapat yang menyejukkan di mana merke menyatakan bahwa takdir itu bisa berubah dengan ijin dengan kehendak Allah. Ini pandangan yang selaras dengan firman Allah dalam QS Al-Ra'd ayat 11. Husain bin Mas'ud dalam Tafsir Al-Baghawi 4/325 mengutip kedua pendapat tersebut: وقال ابن عباس : يمحو الله ما يشاء ويثبت إلا الرزق والأجل والسعادة والشقاوة . وروينا عن حذيفة بن أسيد ، عن النبي صلى الله عليه وسلم : " يدخل الملك على النطفة بعدما تستقر في الرحم بأربعين ، أو خمس وأربعين ليلة ، فيقول : يا رب أشقي أم سعيد ؟ فيكتبان ، فيقول : أي رب ، أذكر أم أنثى ؟ فيكتبان ، ويكتب عمله وأثره ، وأجله ، ورزقه ، ثم تطوى الصحف فلا يزاد فيها ، ولا ينقص " . وعن عمر ، وابن مسعود - رضي الله عنهما - أنهما قالا يمحو السعادة ، والشقاوة أيضا ، ويمحو الرزق والأجل ويثبت ما يشاء . وروي عن عمر رضي الله عنه أنه كان يطوف بالبيت وهو يبكي ويقول : اللهم إن كنت كتبتني في أهل السعادة فأثبتني فيها ، وإن كنت كتبت علي الشقاوة فامحني ، وأثبتني في أهل السعادة والمغفرة ، فإنك تمحو ما تشاء وتثبت وعندك أم الكتاب . ومثله عن ابن مسعود . وفي بعض الآثار : أن الرجل يكون قد بقي من عمره ثلاثون سنة فيقطع رحمه فترد إلى ثلاثة أيام ، والرجل يكون قد بقي من عمره ثلاثة أيام فيصل رحمه فيمد إلى ثلاثين سنة . Artinya: Ibnu Abbad berkata, "Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki) kecuali rizki, ajal, bahagia dan derita. Kami meriwayatkan dari Hudzaifah bin Usaid dari Nabi: "Malaikat masuk pada sperma setelah menetap di rahim selama 40 atau 45 malam. Lalu bertanya: Ya Tuhan, apakah ia menderita atau bahagia? Lalu keduanya ditulis. Malaikat bertanya lagi: Perempuan atau laki-laki? Lalu ditulis. Lalu ditulis juga amalnya, jejaknya, ajalnya, rejekinya. Lalu buku itu ditutup, tidak ditambah dan tidak dikurangi." Dari Umar dan Ibnu Mas'ud keduanya berkata: Allah menghapus bahagia dan derita. Dan menghapus rejeki dan ajal dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Diriwayatkan dari Umar bahwa ia pernah bertawaf di Baitullah sambil menangi dan berdoa: Ya Allah apabila Engkau menulisku termasuk orang yang berbahagia maka tetapkanlah. Apabila Engkau menulis aku sebagai orang yang menderita, maka hapuskanlah. Tetapkanlah aku sebagai orang yang beruntung dan diampuni karena Engkau dapat menghapus apa yang Engkau kehendaki dan menetapkan. Di sisiMu induk kitab. (Hadits yang serupa dari Ibnu Mas'ud). Dalam sebagian Atsar (perkataan Sahabat) diriwayatkan: Seorang laki-laki sisa umurnya 30 tahun. Lalu dia memutskan silaturrahim maka dipanjangkan usianya menjadi tiga hari. Laki-laki lain usianya tersisa 3 hari, tapi ia rajin bersilaturrahim maka umurnya diperpanjang menjadi 30 tahun. JODOH ITU TAKDIR MUBROM DAN MUALLAQ Perjodohan dan perkawinan adalah takdir mubrom dan muallaq sekaligus. Doa tidak bisa merubah takdir mubrom, akan tetapi doa dapat merubah takdir muallaq. Apabila dalam buku yang dipegang malaikat seorang pria A akan menikah dengan wanita B, maka hal itu kadang sesuai dengan takdir Allah sejak dulu (azali) karena itu maka tidak bisa berubah selamanya. Namun terkadang hal itu tidak sesuai dengan takdir azalinya Allah dalam kondisi seperti itu maka takdir itu bisa berubah sampai sesuai dengan takdir azali-nya.

UMMU SIBYAN DAN CARA MENGATASI GANGGUANNYA (JIN WANITA PENGGANGGU ANAK”) . Pernah dengar nama Ummu Sibyan? Nama orangkah? BUKAN! . UMMU SIBYAN adalah Jin Wanita. Mari kita bahas. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menganjurkan untuk menggendong bayi, menyuruh masuk rumah anak anak kita dan menutup pintu dan jendela ketika menjelang Maghrib, Anjuran ini ada dalam shahih Muslim bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: Dari Jabir, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda, َ إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ وَأَغْلِقُوا اْلأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ الله فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ الله وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ الله وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ “Bila malam menjelang, tahanlah anak-anak kalian karena sesungguhnya setan berkeliaran pada saat itu. Bila malam sudah gelap maka lepaskanlah mereka dan tutuplah pintu serta sebutlah nama Allah karena sesungguhnya setan tidak membuka pintu yang tertutup. Ikatlah (tutuplah) tempat-tempat air dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana-bejana kalian dan sebutlah nama Allah sekalipun dengan meletakkan sesuatu di atasnya dan padamkanlah lampu-lampu (pendiangan api) kalian.” [HR Muslim no 2756] Dalam beberapa kisah yang sudah banyak tersebar, jin atau setan yang mengganggu itu bernama Ummu Sibyan (ibu penyakit sawan). Ummu Sibyan ini adalah jenis Jin wanita. Mereka mengganggu anak-anak yang usianya di bawah dua tahun serta ibu hamil. Jin ini pernah menemui Nabi Sulaiman ‘alaihisalam dan menjelaskan kepada beliau apa target utamanya. Ia datang dengan ciri-ciri yang sangat menakutkan, terlebih saat melakukan aksinya pada saat maghrib. Perempuan tua ini memiliki rambut beruban, dengan dua bola mata berwarna biru, kedua-dua keningnya bertanduk, betisnya kecil, rambut kusut, mulutnya menganga, mengeluarkan pucuk api, dan bisa memecahkan benda besar dengan pekikan suaranya. Nabi Sulaiman kemudian bertanya pada jin tersebut, “Siapa kamu? Apa kamu manusia atau jin? Karena aku tidak pernah melihat orang sepertimu.” Perempuan itu menjawab: “Akulah Ummu Sibyan yang dapat menguasai ke atas anak Adam lelaki dan perempuan, aku bisa masuk ke rumah-rumah, bisa berkokok seperti ayam, menyalak seperti anjing, melenguh seperti lembu, bersuara seperti keledai dan kura-kura dan bersiul seperti ular.” Si jin menjelaskan lagi, jika ia bisa bertukar wajah dan berubah sesuai dengan keinginannya. Kemudian, bisa mengikat rahim perempuan serta membunuh anak-anak yang masih ada di dalam rahim. Mereka masuk ke perut lalu menendang bayi yang masih di dalam rahim, hingga sang Ibu keguguran. Mereka juga mengganggu anak-anak kecil memberikan rasa panas dan kesakitan yang mengerikan. Nabi Sulaiman menangkapnya dan berkata : “Wahai perempuan yang celaka! Kamu tidak boleh lari dari genggamanku sampai memberikan satu perjanjian dan sumpah setia kepada anak-anak Adam, lelaki dan perempuan.” Dalam kisah lain di ceritakan bahwa Ummu Sibyan ini adalah kaum jin dari kaum perempuan yang suka mengganggu bayi dan anak yang berusia kurang dari 2 tahun serta wanita hamil. Sebab itulah anak-anak yang baru lahir harus diazankan terlebih dahulu agar bayi itu tidak di ikuti oleh jin ini. Kerja dia tak lain tak bukan adalah mengganggu bayi yang baru lahir dan anak-anak (biasanya kurang dari 2 tahun) serta wanita yang hamil. Jin Ummu Sibyan memiliki wajah yang mengerikan dengan mata 1 yang besar dan berjalan di dinding seperti cicak , Ummu Sibyan juga dapat mengikat rahim wanita serta membunuh bayi yang masih dalam kandungan. Seperti yang di ceritakan dalam kisah “Jin Ummu Shibyan Dengan Nabi Sulaiman”, jin ini mampu masuk ke dalam rahim orang perempuan dan mengikat rahimnya serta menyumbat dengan tujuan agar kaum itu tidak mengandung. Diceritakan juga jin ini masuk ke dalam perut orang perempuan yang hamil, di waktu janin di dalam kandungannya sedang tumbuh jin ini akan menendangnya, maka berlakulah keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua. Bagaimana tandanya jika seorang bayi terkena gangguan jin Ummu Sibyan, diantaranya adalah. 1. Bayi menangis melalak (matanya terbeliak memandang keatas/sudut tertentu) 2. Anak-anak jatuh seakan-akan didorong 3. Mengigau sambil menggemerutukkan gigi berulang kali 4. Demam panas hanya setelah Asar sampai sebelum Subuh Akibat gangguan di atas akan mengakibatkan hal seperti ini. 1. Sawan tangis 2. Autisme (over hiperaktif) 3. Nakal dan keras kepala 4. Malas Tanda-tanda Wanita Hamil Terkena Gangguan Jin Ummu Sibyan 1) Rasa sesak dada terutama setelah waktu asar, yang mungkin berlangsung sampai tengah malam 2) Kusut fikiran 3) Sakit di bahagian tulang-tulang belakang 4) Mengigau ketika tidur 5) Bermimpi dengan mimpi yang menakutkan Cara Mengelak dari Gangguan Ummu Sibyan 1) Tutup pintu dan jendela rumah waktu Maghrib 2) Jangan angkat atau masukkan baju yang sudah dijemur diluar rumah pada waktu Maghrib (jemuran tak kering) Cara mengatasi gangguan pada bayi/anak 1) Meniarapkan bayi/anak jangan matanya melihat ke arah itu, baca ayat Qursi dan Surah 3 Qul (Al Ihlas, Al Falaq, An Nas) kemudian tiup ke ubun-ubunnya sampai berhenti menangis. 2) Halau dengan bahasa sendiri seperti _”wahai Ummu Sibyan pergilah kau keluar dari rumahku dan jangan ganggu anak anakku”_, InsyaAllah Ummu Sibyan akan pergi. Ada beberapa Hadits mengenai Ummu Sibyan ini namun tergolong lemah. Namun anjuran Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dalam Hadits Riwayat Muslim diatas adalah Shahih. Sehingga kita dalam keseharian seharusnya mengikuti anjuran Nabi SAW ini. Menutup pintu ketika maghrib, serta menggendong anak-anak mereka yang masih kecil agar terhindar dari gangguan jin. Selain itu, jangan lupa untuk selalu membacakan ayat suci Al-Quran di rumah kita, agar terlindungi dari gangguan gangguan setan. Copas,,,